LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Situs KPU tak bisa diakses, Kabareskrim tegaskan jika ada pidana akan disidik

Situs KPU tak bisa diakses, Kabareskrim tegaskan jika ada pidana akan disidik. Kepala Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Kabareskrim) Komjen Ari Dono Sukamto mengatakan, jika memang ada dugaan tindak kejahatan akan dilakukan penyidikan.

2018-07-03 11:00:37
KPU
Advertisement

Situs Komisi Pemilihan Umum (KPU) di laman infopemilu.kpu.go.id sampai sekarang masih belum bisa diakses. Salah satu alasan, karena ada yang mencoba menyerang situs tersebut.

Kepala Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Kabareskrim) Komjen Ari Dono Sukamto mengatakan, jika memang ada dugaan tindak kejahatan akan dilakukan penyidikan.

"Semua peristiwa yang terkait dengan masalah siber, kita tangani bersama. Kalau itu memang ada tindak pidananya kuat, maka kita akan langsung sidik," ucap Ari di kantornya, Jakarta, Selasa (3/7/2018).

Advertisement

Dia menuturkan, untuk masalah siber ini, jika memang ada kejadian akan cepat langsung ditindaklanjuti. "Di siber itu cepat begitu. Ada kejadian masuk pada saat berkatrol bisa langsung ditindaklanjuti," katanya.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengaku sengaja membuat situs perhitungan suara Pilkada Serentak 2018 dibuka tutup atau active-down. Meski begitu, dia memastikan hal tersebut tak berpengaruh pada angka terakhir dalam hitungan suara yang dilakukan oleh KPU.

"Prinsipnya proses rekap terbuka. KPU menyediakan akses rekap dan penghitungan suara lewat website KPU. Angka tidak akan berubah, tetap sama," kata Arief Budiman di Kawasan Cikini Jakarta Pusat, Sabtu (29/6).

Advertisement

Dia membantah, jika buka tutup situs perhitungan suara Pilkada Serentak 2018 tersebut dilakukan lantaran KPU tidak netral. Langkah tersebut, jelas dia, merupakan solusi yang tepat untuk mengantisipasi pembajakan.

"Karena kalau kita buka terus merepotkan banyak pihak juga. Jadi mohon maaf kalau masih sering buka-tutup. Bukan karena kami tidak transparan, tapi ini strategi yang juga disampaikan para ahli IT kami untuk menangkal serangan yang terus datang tiap menit," ujar Arief.

Rerporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Mabes Polri kantongi hacker serang situs resmi KPU
Komisi II usulkan dua opsi selesaikan polemik larangan eks napi korupsi nyaleg
Manipulasi data form C1 diusut Bawaslu Makassar, ketua PPK Tamalate menghilang
Bahas PKPU, Tjahjo lakukan pertemuan tertutup dengan Wiranto
KPU Solo kantongi nama-nama Caleg mantan napi

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.