Siswa Terdampak Bencana di Agam Antusias Sambut Program Makan Bergizi Gratis
Ratusan siswa sekolah dasar di Kabupaten Agam yang terdampak bencana alam menunjukkan antusiasme tinggi terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan setiap hari, membuat mereka tetap semangat belajar.
Ratusan siswa Sekolah Dasar Negeri 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini menjadi angin segar bagi mereka yang terdampak bencana alam dan harus belajar di tenda darurat yang disediakan.
Sejak Senin (19/1), para siswa ini telah rutin menerima hidangan bergizi setiap pukul 09.00 WIB. Menu makanan yang bervariasi setiap hari membuat mereka senang dan bersemangat menjalani kegiatan belajar mengajar di tengah keterbatasan.
Program ini disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palembayan Matur. Kehadiran MBG sangat membantu siswa yang ruang kelasnya kini digunakan sebagai tempat pengungsian.
Antusiasme Siswa di Tengah Keterbatasan
Zafran, siswa kelas II SDN 05 Kayu Pasak, mengungkapkan kegembiraannya secara langsung. Ia merasa senang karena menu makanan yang disajikan selalu berbeda setiap hari dan terasa enak.
Meskipun harus belajar di tenda darurat sumbangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), semangat para siswa tidak luntur. Mereka terlihat gembira dan ceria saat menerima makanan bergizi tersebut yang menjadi penambah energi.
Silvia, salah seorang guru kelas II, juga mengamini hal tersebut. Ia bersyukur anak-anak menyukai Program Makan Bergizi Gratis yang bervariasi menunya.
SPPG juga telah mendata dan memisahkan siswa yang memiliki alergi makanan tertentu. Ini menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan khusus setiap anak.
Jangkauan Luas Program Makan Bergizi Gratis
Benni Bakhrianto, Asisten Driver SPPG Palembayan Matur, menjelaskan detail penyaluran program. Pihaknya baru mulai mendistribusikan MBG sejak Senin (19/1) lalu.
Program ini tidak hanya menyasar SDN 05 Kayu Pasak, tetapi juga empat sekolah lain. Sekolah-sekolah tersebut meliputi SDN 36, SMA Pelembayan, SMP 3 Palembayan, dan SDN 07 Koto Alam.
Khusus di SDN 05 Kayu Pasak, sebanyak 116 porsi makanan disalurkan setiap hari untuk murid dan guru. Ini menunjukkan cakupan yang cukup signifikan dalam upaya pemenuhan gizi di wilayah terdampak.
SPPG mulai mengantar MBG ke sekolah-sekolah sekitar pukul 07.00 WIB. Menu yang disajikan sangat beragam, mulai dari ayam goreng, ayam kecap, ikan, telur, daging, hingga sayuran.
Belajar dalam Kondisi Darurat
Kepala SDN 05 Kayu Pasak, Novita Yuliarman, mengungkapkan kondisi terkini sekolahnya. Sebanyak 97 siswa saat ini harus belajar di tenda darurat.
Tenda ini didirikan di dekat lokasi sekolah untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Ruang kelas asli mereka tidak dapat digunakan.
Hal ini disebabkan ruang kelas sekolah digunakan untuk menampung para pengungsi yang terdampak bencana alam di wilayah tersebut. Kondisi ini menyoroti tantangan besar yang dihadapi pendidikan di daerah bencana.
Sumber: AntaraNews