Sibuk Rapat Dengan Presiden Prabowo, Bahlil Tak Menyadari Demo Tunjangan DPR
Bahlil mengatakan dirinya memiliki kegiatan dan mengikuti banyak rapat sepanjang Senin hari ini.
Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memilih irit bicara soal aksi demonstrasi menolak tunjangan DPR yang berlangsung di Gedung DPR/MPR RI pada Senin (25/8). Ia mengaku tidak mengetahui adanya aksi tersebut
"Aku mau tanggapi apa? Orang demonya sendiri enggak tau," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (25/8).
Bahlil mengatakan dirinya memiliki kegiatan dan mengikuti banyak rapat sepanjang Senin hari ini. Sehingga, dia tak memonitor aksi demonstrasi yang dilakukan sejumlah elemen masyarakat di Gedung DPR/MPR.
"Wah hari ini saya ratas seharian (bersama Presiden), rapat seharian belum ikuti informasi saya. Pagi (acara tanda kehormatan di Istana) dari jam 9 (pagi) ke jam 1 (siang). Kemudian lanjut (rapat) lagi, handphone kita kan di luar, ndak bisa kita baca berita," jelas Bahlil.
Sebelumnya, Unjuk rasa di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat kembali ricuh pada Senin (25/8) malam. Bentrokan antara massa dengan aparat kepolisian pecah di Jalan Gerbang Pemuda, Senayan. Sebuah Pos Polisi (Pospol) dekat pintu 11 GBK porak-poranda dirusak pengunjuk rasa.
"Woi jangan mundur, jangan lari," teriak salah satu demonstran, sembari melempari kaca Pospol dengan batu.
Kepolisian yang berjaga langsung maju dari arah Kemenpora, menembakkan gas air mata berkali-kali. Massa yang kebanyakan pelajar panik, berhamburan ke arah Jalan Asia Afrika.
Kericuhan ini menjadi bentrokan ketiga dalam aksi bertajuk "Revolusi Rakyat Indonesia". Sejak siang, kerusuhan sudah pecah di depan DPR, lalu merembet ke Gerbang Pancasila, dan berlanjut ke Gerbang Pemuda dan Kolong Tol Slipi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary menyayangkan sejumlah pihak yang melakukan aksi perusakan fasilitas publik, saat aksi massa di Gedung DPR/MPR RI Jakarta. Menurut dia, hal itu dilakukan oleh pihak tidak bertanggungjawab.
"Ada hal yang disayangkan, ada pihak-pihak lain yang mencoba memanfaatkan situasi dan melakukan hal-hal yang mengganggu keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) rekan-rekan tadi sudah tau juga di lapangan ada kendaraan roda dua yang dibakar kemudian pagar kawat di depan DPR dirusak kemudian ada separator busway dirobohkan yang diduga dilakukan oleh pihak lain yang ingin memanfaatkan situasi," kata Ade di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin (25/8).
Demi membuat situasi kondusif, Ade memastikan ribuan personel sudah diterjunkan. Total, ada 1.250 anggota gabungan yang terdiri dari Polri, TNI dan Satpol PP.
"Kami secara bertahap telah melalukan upaya dengan menurunkan 1.250 personel. Terhadap para pihak yang ingin memanfaatkan situasi melakukan tindakan menyebabkan terganggunya ketertiban umum terganggunya situasi Kamtibmas tentunya telah dilakukan tindakan penertiban," katanya.