Seskab Teddy Bocorkan Isi Pertemuan Presiden Prabowo dan Mantan KSAD Dudung
Teddy menyampaikan Prabowo menerima laporan terkait kondisi terkini di bidang pertahanan dan keamanan. Termasuk, dinamika geopolitik yang terus berkembang.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan isi pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/4).
Teddy menyampaikan Prabowo menerima laporan terkait kondisi terkini di bidang pertahanan dan keamanan. Termasuk, dinamika geopolitik yang terus berkembang.
"Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menerima laporan terkait dinamika geopolitik serta perkembangan di bidang pertahanan dan keamanan," kata Teddy dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Selasa (21/4).
Selain itu, kata dia, Prabowo juga memberikan arahan strategis terkait sejumlah langkah ke depan dalam menjaga, memperkuat, dan meningkatkan sistem pertahanan nasional guna keamanan bangsa.
"Sekaligus memberikan arahan strategis untuk langkah geostrategi ke depan," tutur Teddy.
Dudung Diminta Menghadap Presiden
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memanggil Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan, Dudung Abdurrachman ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (21/4). Dudung mengaku diminta untuk menghadap Prabowo pada Selasa sore ini.
"Semalam ditelepon oleh ajudan bahwa Bapak menghadap Bapak Presiden jam 3 sore ini," kata Dudung kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (21/4).
Dia belum mengetahui apa yang akan dibahas dengan Prabowo. Namun, kata Dudung, biasanya Presiden Prabowo kerap meminta saran dan masukan kepadanya terkait bidang pertahanan.
"Saya belum tahu tadi kan saya kan Penasihat Presiden tentunya mungkin ada hal-hal yang beliau minta saran masukan. Biasanya beliau kan suka minta saran masukan dari kita sebagai penasihat," jelasnya.
Siapkan sejumlah Laporan
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu telah menyiapkan sejumlah hal untuk dilaporkan kepada Prabowo terkait pertahanan nasional serta isu internasional lainnya. Termasuk, soal kondisi geopolitik di Timur Tengah.
"Ya itu nanti saya sampaikan ke beliau. Nanti setelah kembali nanti baru saya sampaikan. Ya ya ya kira-kira itulah (soal geopolitik)," tutur Dudung.
Dudung menuturkan dirinya juga akan membahas soal perjanjian Major Defence Cooperation Partnership antara Indonesia-Amerika Serikat (AS). Namun, dia meyakini Prabowo memahami soal perjanjian tersebut.
"Ya beliau (Prabowo) saya rasa lebih paham tentang itu, nanti saya akan berbicara sama beliau tentang itu," ujar Dudung.