Seorang Atlet Disabilitas di Bandung Dilempar Batu oleh Preman
Seorang atlet disabilitas, Rihan Firdaus menjadi korban kekerasan oleh dua preman. Ia harus menjalani perawatan karena mendapat luka di bagian telinga.
Seorang atlet disabilitas, Rihan Firdaus menjadi korban kekerasan oleh dua preman. Ia harus menjalani perawatan karena mendapat luka di bagian telinga.
Peristiwa ini diawali saat Rihan yang juga merupakan sopir bus, hendak membawa penumpang ke Garut. Sebelum berangkat, ia memberikan uang jalan Rp2 ribu kepada dua orang preman.
Tidak jauh setelah meninggalkan kawasan terminal, dia baru menyadari bahwa ponselnya tertinggal. Karena masih dekat, Rihan kemudian memutar balik untuk membawa ponselnya.
Saat memasuki kawasan terminal, ia kembali diminta uang oleh dua orang yang sama. Karena merasa sudah memberikan uang, permintaan tersebut dihiraukan. Namun, preman tersebut mengejarnya.
"Nah mungkin sudah kebiasaan ada uang jalur, padahal sama dia sudah dikasih Rp2.000," ucap Kapolsek Ujungberung Kompol Heryana di Mapolsek Ujungberung, Jalan AH Nasution, Kota Bandung, Selasa (14/9).
Di tengah perjalanan, dua preman yang mengejar menggunakan sepeda motor menyalip bus dan melempari bus dengan batu ke kaca depan. Pecahan batu dan kaca mengenai Rihan.
"Kebetulan sopir ini disabilitas. Dia atlet atletik cabang NPCI Kabupaten Garut saat PON dia mewakili Jawa Barat," kata Heryana.
Heryana memastikan dua tersangka sudah ditangkap. Saat ini mereka menjalani pemeriksaan dan ditahan di Mapolsek Ujungberung.
Baca juga:
Fajar Umbara Divonis 2 Tahun Penjara, Yuyun Sukawati Ungkap Kekecewaannya
Tagih Utang Rp900 Juta, Sekeluarga di Bekasi Dianiaya
Polisi akan Autopsi Kakak Bocah yang Matanya Dicungkil Orang Tua
Sebelum Dianiaya, Taruna PIP Diundang Senior untuk Pembinaan dan Syukuran
LPSK Tawarkan Perlindungan Paman dan Bocah di Gowa yang Dicungkil Matanya
15 Taruna PIP Semarang Dianiaya di Luar Kampus