LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sepekan Lagi Disahkan, APBD Kabupaten Bogor Masih Defisit Rp594 Miliar

Pemerintah Kabupaten Bogor, tengah berusaha memangkas defisit anggaran sebesar Rp594 miliar dalam Rancangan APBD 2022, yang harus disahkan pada akhir November 2021.

2021-11-26 00:25:00
APBD
Advertisement

Pemerintah Kabupaten Bogor, tengah berusaha memangkas defisit anggaran sebesar Rp594 miliar dalam Rancangan APBD 2022, yang harus disahkan pada akhir November 2021.

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan menjelaskan, pihaknya telah melakukan beberapa langkah untuk memangkas defisit tersebut. Seperti memangkas rencana belanja daerah, menaikkan target pendapatan, serta memangkas Alokasi Dana Desa (ADD).

"Dua hari kemarin kita sudah membedahnya, ada beberapa opsi yang disiapkan, di antaranya memangkas belanja, meningkatkan target pendapatan, serta menunda ADD," kata Iwan, Kamis (25/11).

Advertisement

Iwan menegaskan, Pemkab Bogor tidak ingin meminjam uang untuk menutup defisit yang mencapai Rp594 miliar. Apalagi sebelumnya, Pemkab Bogor juga sempat memangkas gaji ASN selama dua bulan untuk menutup defisit.

"Kita juga sudah melakukan refocusing anggaran di beberapa dinas, seperti Dinas Pendidikan sudah kita pangkas Rp30 miliar, lalu Dinas PUPR kita pangkas Rp200 miliar sesuai arahan dewan," kata dia.

Kata Iwan, beberapa kegiatan yang akan dipangkas di antaranya belanja Alat Tulis Kantor (ATK). Lalu hibah untuk-untuk guru honorer yang sebelumnya Pemkab Bogor juga sudah merekrut sekitar 1.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk guru.

Advertisement

"Ini harus kami lakukan, terlebih waktu yang kami punya waktu kurang dari seminggu, sebelum APBD ditetapkan," kata Iwan.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto meminta Pemkab Bogor membuat skala prioritas untuk dianggarkan dalam APBD 2022.

"Awalnya defisit Rp1,5 triliun. Saat ini defisitnya masih cukup tinggi ya jadi harus ada skala prioritas agar kebutuhan belanja bisa ditekan," kata Rudy.

Kata dia, melihat kondisi perekonomian, dirasa sulit untuk mendongkrak target pendapatan daerah secara signifikan, meskipun geliat ekonomi di Bumi Tegar Beriman membaik.

"Kita lihat kan dari September, geliat ekonomi mulai membaik. Kita akan evaluasi lah supaya bisa mendongkrak pendapatan dari pajak misalnya. Tapi target belanja juga harus turun," kata Rudy yang juga Ketua Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bogor itu.

Baca juga:
Alokasi Anggaran TGUPP di APBD DKI 2022 Rp12,5 Miliar
Ini Penyebab Sebenarnya Dana Pemda Mengendap di Bank Hingga Buat Jokowi Marah
DPRD DKI Minta TGUPP Tidak Ikut Campur Kinerja SKPD
PDIP Tegas Menolak Alokasi Anggaran untuk TGUPP
Pemda Dinilai Terlalu Hati-Hati Belanjakan Anggaran
Kemendagri: Dana Pemda Mengendap di Bank Bukan Mau Dapat Bunga, tapi Menunggu Tagihan

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.