LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Selesai Diisolasi, Ratusan Santri di Tasikmalaya Dibolehkan Pulang

Ratusan santri Pesantren Persatuan Islam 67 Benda, Kota Tasikmalaya yang sebelumnya diketahui terkonfirmasi positif Covid-19, kini telah selesai menjalani isolasi. Para santri telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

2021-02-24 22:32:00
Corona di Indonesia
Advertisement

Ratusan santri Pesantren Persatuan Islam 67 Benda, Kota Tasikmalaya yang sebelumnya diketahui terkonfirmasi positif Covid-19, kini telah selesai menjalani isolasi. Para santri telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

Dalam proses kepulangannya, para santri dijemput orang tua, salah satunya Hotel Crown. Proses penjemputan tetap dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra menyebut bahwa dari 110 orang yang diisolasi di Hotel Crown, 90 di antaranya sudah dibolehkan pulang.

Advertisement

"Sisanya 18 santri dan dua pengajar masih harus isolasi lebih lama karena ada keluhan," kata Asep, Rabu (24/2).

Asep juga mengatakan bahwa selain yang diisolasi di Hotel Crown, mereka yang diisolasi di RS Dewi Sartika sebanyak 55 orang, sebagian santri dan pengajarnya yang berjumlah 40 orang telah dibolehkan pulang. Di RSUD dr Soekardjo, dari delapan santri dan pengajar yang diisolasi, hanya tinggal satu orang yang masih dirawat.

"Santri yang menjalani isolasi di lingkungan pesantren juga telah diperbolehkan pulang, namun data lengkap santri yang diperbolehkan pulang dari lingkungan pesantren belum saya terima. Para santri itu diperbolehkan pulang karena telah melewati masa 14 hari sejak pengambilan sampel pada 8 Februari. Kita sudah melaksanakan skrining secara menyeluruh,jadi yang sudah tidak bergejala bisa dipulangkan," kata dia.

Advertisement

Para santri yang belum isa pulang, dijelaskan Asep dikarenakan masih merasakan keluhan seperti pilek, batuk, hilang penciuman, hingga diare. Pihaknya mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak pesantren dan orang tua santri agar mereka yang bergejala tetap menjalani isolasi sampai gejalanya mereda. "Sekitar dua atau tiga hari lagi boleh pulang," jelasnya.

Para santri dan pengajar yang diperbolehkan pulang, menurutnya tidak perlu lagi melaporkan diri ke Puskesmas setempat karena telah dibekali surat keterangan. Walau begitu, mereka tetap diminta mengisolasi diri di rumah selama tujuh hari sebelum beraktivitas sebagai bentuk kewaspadaan.

"Secara penelitian, efek penularannya sudah berkurang karena mereka sudah melewati masa inkubasi. Tapi hal itu tetap kita minta sebagai bentuk kewaspadaan," ungkapnya.

Jumlah kasus dari klaster pesantren ini, menurut Asep mengalami penambahan dari sebelumnya 383 menjadi 389. Penambahan tersebut terjadi saat ada beberapa santri yang melakukan tes usap PCR mandiri dan dinyatakan positif.

"Ada juga kasus santri yang hasil tes swab antigen reaktif, tapi dimasukkan data kasus aktif lantaran termasuk juga ke dalam kontak erat," ucapnya.

Sementara itu, Pimpinan Pesantren Persatuan Islam 67 Benda, Kota Tasikmalaya, ustaz Asep Abdul Hamid mengatakan bahwa seluruh santri dan pengajar yang diisolasi di pesantren telah diperbolehkan pulang. Mereka yang diperbolehkan pulang dari pesantren terdiri dari 99 santri putra, 72 santri putri, 27 pengajar, dan dua orang karyawan.

"Semua dipulangkan kemarin mulai pukul 07.00-14.00 WIB agar tak terjadi penumpukan. Yang menjemput juga maksimal dua orang dengan menerapkan prokes," katanya.

Kegiatan pesantren, saat ini menurut Asep dihentikan sementara, namun kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring. Ia mengaku belum bisa memastikan sampai kapan penghentian kegiatan dilakukan karena diperlukan sterilisasi dan fokus pada pemulihan.

"Ke depan ketika santri akan kembali masuk ke pesantren, kita akan koordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya. Dengan begitu, diharapkan tak akan terjadi lagi kejadian serupa," tutup Asep.

Baca juga:
Jenazah Pasien Suspek Covid-19 di Denpasar Diambil Paksa Keluarga
Pelaku Perjalanan ke Indonesia Wajib Swab Test 2 Kali dan Karantina 5 Hari
Februari 2021, Kasus Positif Covid-19 di Sumsel Turun Signifikan
Istana Sebut Jokowi Tidak Langgar Aturan Soal Kerumunan di Maumere
22 Pegawai Positif Covid-19, Puskesmas Jombang Tangsel Buka Layanan Terbatas
Menko Airlangga Klaim PPKM Mikro Berhasil Turunkan Angka Kematian Covid-19 70 Persen

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.