Sebelum Tewas, Mahasiswa UKI Sempat Pesta Miras di Kampus
Sebelum ditemukan tewas, korban sempat ikut pesta miras bersama dengan temannya di lingkungan kampus.
Seorang mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) inisial KW (21) ditemukan tewas di lingkungan kampusnya pada Selasa (4/3 ) kemarin. Sebelum ditemukan tewas, korban sempat ikut pesta miras bersama dengan temannya di lingkungan kampus.
"Saksi EFW bertemu dengan korban di pintu keluar kampus UKI dan korban bertanya kepada saksi EFW 'mau ke mana?' Kemudian saksi menjawab 'mau beli arak Bali' kemudian saksi dan korban pergi bersama," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi dalam keterangannya, Jumat (7/3).
Ade menyebut, keduanya membeli alkohol di salah satu toko daerah Cawang dan kembali ke dalam kampus dan menenggak bersama dengan teman-temannya.
"Korban minum bersama dengan saksi A, H, K, J, S dan R di taman perpustakaan kampus UKI," ucap Ade.
Korban Cekcok dengan Temannya
Diduga karena dalam pengaruh minuman alkohol, korban sempat terlibat cekcok mulut dengan temannya sendiri sebanyak dua kali. Kejadian itu kemudian diketahui oleh pihak security kampus yang melerai mereka.
Kejadian berlanjut, kata Ade, saksi EFW melihat KW berteriak di dekat pagar kampus.
"Korban tidak mengarah ke sepeda motornya melainkan ke arah pagar sambil berteriak dan mengoyak–oyak pagar sampai akhirnya korban terjatuh bersama dengan pagar ke arah depan," terang Ade.
Penyebab Kematian Masih Didalami
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly membenarkan adanya mahasiswa UKI yang tewas. Namun, Nicolas belum membeberkan penyebab kematian korban.
"Mahasiswa benar tewas. Tapi penyebabnya masih kami selidiki dan dalami," kata Nicolas kepada wartawan, Kamis (6/3).
Nicolas mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan fakta-fakta dari keterangan saksi dan mencari alat bukti guna mengungkap penyebab kematian korban.
"Sedang dalam penyelidikan dan pendalaman alat bukti," ujar dia.
Penjelasan UKI
Sementara itu, Pihak UKI pun angkat bicara melalui akun Instagram resminya @uki_1953. Dia menyampaikan ungkapan duka cita mendalam atas kejadian ini.
"Kami turut berduka atas kehilangan ini," ucap dia dikutip dari pernyataan resmi.
Pihak UKI mengimbau masyarakat tidak menyebarkan berita simpang siur soal kematian mahasiswanya.
"Saat ini, peristiwa ini tengah dalam proses investigasi oleh pihak berwenang. Oleh karena itu, kami mengajak semua pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi oleh pihak yang berwajib," ujar dia
UKI berkomitmen untuk bekerja sama dengan pihak berwenang dalam mencari kejelasan atas peristiwa ini.
"Segala informasi resmi akan kami sampaikan melalui kanal komunikasi UKI," tandas dia.