Satu Bulan Pascabencana, 1.000 Rumah di 3 Provinsi Sumatra Rampung Dibangun
Presiden Prabowo Subianto telah mengecek langsung 600 unit pertama yang dibangun BPI Danantara pada 1 Januari 2026.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan langkah konkret pemerintah satu bulan pascabencana di Sumatra, dengan lebih dari 1.000 unit rumah hunian telah dibangun di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat untuk korban terdampak bencana.
"Dalam 1 bulan pascabencana, Pemerintah bergerak cepat dengan sudah selesai membangun lebih dari 1.000 unit rumah hunian di 3 provinsi seiring dengan pembangunan rumah lainnya serta perbaikan fasilitas publik secara berkala," jelas Teddy dikutip dari akun Instagram Sekretariat Kabinet, Minggu (4/1).
Dia menuturkan Presiden Prabowo Subianto telah mengecek langsung 600 unit pertama yang dibangun BPI Danantara pada 1 Januari 2026. Total hunian yang akan dibangun Danantara untuk korban bencana Sumatra yakni, 15.000 unit.
"Di hari pertama tahun 2026 ini, Presiden Prabowo mengecek langsung 600 unit pertama dari 15.000 unit rumah hunian yang sedang dibangun Danantara sekaligus melaksanakan rapat kordinasi di Aceh Tamiang, Kamis 1 Januari 2026," tuturnya.
Rumah Hunian Aceh Tamiang
Teddy menjelaskan rumah hunian Aceh Tamiang dilengkapi dengan wifi gratis, air bersih, listrik, tempat ibadah, fasilitas bermain anak serta akses jalan yang dilalui jalan besar. Pemerintah, kata dia, juga sedang membangun 2.500 unit rumah di lahan seluas 5,5 hektare di Aceh Tamiang.
"Di titik seluas 5,5 hektare ini sedang dibangun 2.500 unit rumah menggunakan lahan milik BUMN. Di seberang kompleks hunian ini juga telah dibangun hunian tetap seluas 3,5 hektare," jelas Teddy.
Pemerintah Membangun
Dia menegaskan komitmen pemerintah membangun dan menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor. Nantinya, pemerintah daerah setempat akan mendata warga-warga yang akan menempati hunian tersebut.
"Pemerintah membangun hunian yang layak dan cepat untuk selanjutnya Pemerintah Daerah mendata dan mengatur warga yang akan menempati rumah hunian tersebut," ujar Teddy.