Satpol PP Lombok Tengah Intensifkan Razia Dukung Peningkatan Disiplin Pelajar
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lombok Tengah gencar melaksanakan razia ketertiban umum untuk mendukung peningkatan disiplin pelajar di wilayahnya, menyasar siswa yang bolos saat jam pelajaran.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, terus mengintensifkan razia ketertiban umum. Upaya ini dilakukan secara rutin dan berkelanjutan untuk mendukung peningkatan disiplin pelajar di wilayah tersebut. Razia menyasar siswa yang kedapatan bolos atau berkeliaran saat jam pelajaran sekolah, demi memastikan fokus mereka pada pendidikan.
Menurut Kasatpol PP Lombok Tengah, Zaenal Mustakim, patroli harian terus dilakukan di berbagai titik strategis. Petugas kerap menemukan pelajar yang bolos dan asyik bermain game di tempat penyewaan. Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah setempat, mengingat pentingnya waktu belajar bagi siswa.
Para pelajar yang terjaring razia kemudian dibawa ke kantor Satpol PP untuk mendapatkan pembinaan. Pembinaan ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga melibatkan pemanggilan orang tua serta guru. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap instruksi bupati terkait penertiban siswa dan penguatan pendidikan.
Intensifikasi Razia dan Temuan di Lapangan
Setiap hari, tim Satpol PP Lombok Tengah melaksanakan patroli rutin di berbagai lokasi yang disinyalir menjadi tempat nongkrong pelajar. Petugas seringkali mendapati pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah nongkrong di luar lingkungan pendidikan. Lokasi favorit mereka termasuk tempat penyewaan game dan fasilitas umum lainnya seperti taman kota.
Zaenal Mustakim menjelaskan bahwa temuan ini terjadi di jam pelajaran berlangsung, mengindikasikan pelanggaran serius terhadap tata tertib sekolah. Para siswa dari berbagai sekolah kedapatan asyik bermain game di salah satu tempat penyewaan di wilayah Kecamatan Praya. Kondisi ini menunjukkan perlunya pengawasan lebih ketat dari semua pihak terkait, termasuk sekolah dan keluarga.
Pihak Satpol PP tidak hanya mengangkut pelajar yang bolos. Mereka juga memberikan pembinaan fisik di kantor, mulai dari push-up hingga lari, sebagai bentuk efek jera. Setelah itu, orang tua dan guru dipanggil untuk menjemput serta melanjutkan pembinaan di lingkungan masing-masing, memastikan adanya tindak lanjut yang komprehensif.
Komitmen Pemerintah Daerah dan Peran Kolaboratif
Tindakan tegas yang dilakukan Satpol PP ini merupakan implementasi dari instruksi bupati untuk menertibkan siswa. Instruksi tersebut bertujuan mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Lombok Tengah. Selain itu, Peraturan Daerah (Perda) terbaru yang sedang digodok juga akan semakin memperkuat upaya penertiban pendidikan ini, memberikan landasan hukum yang lebih kuat.
Zaenal Mustakim mengakui bahwa tidak jarang saat jam pelajaran masih berlangsung, anak-anak tersebut sering nongkrong. Mereka ditemukan di tempat permainan atau objek pariwisata di daerah itu. “Karena beberapa hari terakhir anak-anak kita ini tidak kapok-kapok untuk bolos saat jam pelajaran,” tegas Zaenal Mustakim.
Sehingga, Satpol PP sampai dengan saat ini terus menggencarkan patroli melakukan penyisiran di lokasi-lokasi yang kerap dijadikan tempat nongkrong para pelajar. Selain itu, Satpol PP juga mengimbau kepada pemilik tempat usaha seperti penyewaan PS atau biliar. Mereka diminta “agar konsekuen untuk tidak menerima anak-anak yang masih pakai seragam sekolah,” kata Zaenal. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pelajar.
Sumber: AntaraNews