Satgas Pangan Kepri Cek HET Beras, Harga Stabil di Bawah Batas Maksimal!
Tim Satgas Pangan Kepri gencar memastikan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras tetap stabil di pasar tradisional dan modern. Temukan bagaimana tim menjaga ketersediaan dan harga hingga akhir tahun!
Tim Satgas Pangan dan Pengendalian Harga Beras Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) secara rutin melakukan pengecekan HET beras di berbagai pasar. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan harga jual beras, baik premium maupun medium, tetap stabil dan sesuai dengan aturan yang berlaku di wilayah tersebut. Pengecekan berkala ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.
Kasatgas Pangan Polda Kepri Kombes Pol. Silvester Simamora, bersama perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam serta Kepala Bulog Batam dan Karimun, turun langsung ke lapangan. Mereka menyambangi pasar tradisional dan toko modern, seperti Pasar Summerland di Nongsa, Kota Batam, untuk memantau langsung kondisi harga. Langkah proaktif ini diambil untuk mencegah potensi kenaikan harga yang tidak wajar, terutama menjelang akhir tahun.
Menurut Silvester, pengecekan ini telah dilaksanakan secara intensif selama beberapa hari terakhir dan akan terus dilakukan setiap hari di seluruh Kepri. "Kami sudah melaksanakan kegiatan ini beberapa hari yang lalu dan kami selalu melakukan setiap hari untuk mengecek HET penjualan beras di Provinsi Kepri," ujarnya. Upaya kolaboratif antara kepolisian, dinas pangan, dan Bulog ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengawal stabilitas harga komoditas pokok.
Pengawasan Ketat untuk Stabilitas Harga Beras di Kepri
Pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras untuk wilayah Kepulauan Riau guna mengendalikan harga di pasaran. Untuk beras jenis premium, HET ditetapkan sebesar Rp15.400 per Kg, sedangkan beras medium seharga Rp14.000 per Kg. Selain itu, beras SPHP memiliki HET sebesar Rp13.100 per Kg, yang semuanya menjadi acuan bagi para pedagang di Kepri.
Dalam setiap pengecekan, Tim Satgas Pangan tidak hanya fokus pada harga jual, tetapi juga memastikan kualitas dan takaran beras yang beredar di masyarakat. Hal ini penting untuk melindungi konsumen dari praktik curang dan memastikan mereka mendapatkan produk yang sesuai standar. "Pemerintah sudah memberikan arahan dan ketegasan untuk menyampaikan ke penjual beras harus sesuai HET, tidak boleh diatas HET baik beras premium maupun medium," tegas Kombes Pol. Silvester Simamora.
Hasil pantauan di Pasar Summerland Nongsa menunjukkan bahwa sebagian besar pedagang, baik di pasar tradisional maupun toko modern, telah menjual beras sesuai HET yang ditentukan. Bahkan, beberapa pedagang menjual dengan harga di bawah batas maksimal yang ditetapkan pemerintah. Pengecekan serupa juga dilaksanakan oleh polres jajaran di enam kabupaten/kota lainnya di wilayah hukum Polda Kepri, dengan temuan yang serupa.
Upaya Pencegahan dan Sanksi Tegas Pelanggaran HET Beras
Tim Satgas Pangan Provinsi Kepri berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di pasaran hingga akhir tahun. Upaya ini dilakukan melalui pengawasan rutin dan tindakan pencegahan, termasuk pelaksanaan operasi pasar bersama Bulog dan DKPP. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menekan potensi gejolak harga yang sering terjadi menjelang momen-momen tertentu.
Kombes Pol. Silvester Simamora, yang juga menjabat sebagai Direktur Reskrimsus Polda Kepri, menegaskan akan ada sanksi tegas bagi pedagang yang mencoba mengambil keuntungan berlebihan. Terutama saat konsumsi masyarakat cenderung meningkat di akhir tahun. Sanksi tersebut dapat berupa pencabutan izin penjualan beras oleh dinas perizinan daerah, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menindak pelanggar.
Masyarakat juga diimbau untuk aktif berpartisipasi dalam pengawasan harga beras dan ketersediaan stok. "Masyarakat juga dapat mengawasi ketersediaan dan harga jual beras ini, apabila ditemukan adanya harga melebihi HET, bisa langsung melaporkan ke polda atau dinas pangan setempat," kata Silvester. Partisipasi publik sangat penting untuk menciptakan transparansi dan akuntabilitas di pasar.
Jaminan Stok dan Harga Beras di Batam
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Mardanis, memberikan jaminan terkait kondisi beras di wilayahnya. Menurutnya, stok beras di Batam saat ini sangat mencukupi dan tidak ada masalah berarti dari sisi harga. "Untuk Batam tidak ada masalah cukup untuk stok dan juga harga," ungkap Mardanis, memberikan ketenangan bagi warga Batam.
Sebelumnya, Satgas Pangan Bareskrim Polri bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga telah melakukan pengecekan serupa di Kepri. Kunjungan pada Kamis (23/10) tersebut bertujuan untuk memverifikasi HET beras serta pasokannya secara nasional. Hasil pengecekan tersebut mengkonfirmasi bahwa stok beras di Kepri stabil dan HET beras masih dalam batas wajar, memperkuat temuan dari Satgas Pangan daerah.
Sumber: AntaraNews