Satgas BBM Polres Banjarbaru Pastikan Distribusi Biosolar Bebas Pungli di SPBU
Satgas BBM Polres Banjarbaru melakukan sidak ke sejumlah SPBU dan gerai AKR, memastikan distribusi Biosolar berjalan normal tanpa pungutan liar (pungli) menyusul keluhan sopir.
Satuan Tugas Bahan Bakar Minyak (Satgas BBM) Polres Banjarbaru, bagian dari Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan, telah melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan gerai AKR di wilayah Banjarbaru pada Sabtu, 16 Mei. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa distribusi Biosolar kepada para sopir angkutan berjalan lancar dan bebas dari praktik pungutan liar (pungli). Sidak ini merupakan respons langsung terhadap keluhan yang sebelumnya disampaikan oleh para sopir angkutan mengenai dugaan pungli parkir dan prioritas antrean BBM.
Kegiatan inspeksi ini mencakup lima lokasi strategis, yaitu dua gerai AKR di Jalan Trikora, SPBU LIK Liang Anggang, serta dua SPBU yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani Banjarbaru. Petugas di lapangan secara langsung memantau kondisi antrean kendaraan dan mekanisme penyaluran BBM kepada para pengemudi. Kabag Ops Polres Banjarbaru, Kompol Agus Sugianto, menegaskan bahwa tujuan utama sidak adalah mencocokkan laporan keluhan sopir dengan kondisi riil di lapangan.
Pemeriksaan menyeluruh ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas instruksi dari Kapolda Kalimantan Selatan, yang diteruskan melalui Kapolres Banjarbaru. Instruksi tersebut muncul menyusul aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sopir angkutan di Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, yang menyoroti isu distribusi Biosolar dan dugaan praktik premanisme di area SPBU. Hasil awal sidak menunjukkan bahwa tidak ditemukan lagi adanya pungutan parkir maupun pungutan lain yang dikeluhkan sebelumnya.
Penelusuran Dugaan Pungli dan Premanisme di SPBU
Polres Banjarbaru melalui Satgas BBM secara aktif menindaklanjuti laporan masyarakat terkait praktik pungutan liar dan premanisme di SPBU. Kompol Agus Sugianto menyatakan bahwa timnya turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi laporan yang masuk dari para sopir angkutan. Dugaan pungli parkir dan prioritas antrean BBM menjadi fokus utama dalam penelusuran ini, mengingat keluhan tersebut sempat memicu aksi unjuk rasa.
Dalam sidak yang dilakukan di lima titik, petugas berdialog langsung dengan para sopir dan pengawas SPBU. Tujuannya adalah untuk memastikan tidak ada lagi biaya tambahan yang dibebankan kepada pengemudi, baik saat mengantre maupun ketika mengisi BBM subsidi. Berdasarkan pengakuan para sopir di lokasi, Kompol Agus Sugianto mengonfirmasi bahwa praktik pungutan parkir maupun pungutan lainnya sudah tidak ditemukan lagi.
Salah satu lokasi yang dipantau, yaitu gerai AKR di Jalan Trikora, terlihat ditutup portal sehingga tidak ada antrean kendaraan. Sementara itu, di SPBU lainnya, distribusi Biosolar berlangsung lancar dan aktivitas pengisian BBM berjalan normal tanpa hambatan. Hal ini menunjukkan adanya perbaikan signifikan dalam pengelolaan dan pengawasan di SPBU setelah adanya keluhan dari masyarakat.
Kondisi Distribusi Biosolar Berangsur Normal
Setelah serangkaian keluhan dan aksi unjuk rasa, kondisi distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Banjarbaru kini berangsur normal. Kompol Agus Sugianto menjelaskan bahwa sebelumnya, para sopir angkutan kerap mengeluhkan antrean panjang dan ketersediaan stok yang sering kosong di beberapa SPBU. Namun, pemantauan terbaru menunjukkan adanya perbaikan yang signifikan dalam kelancaran pasokan.
Salah seorang sopir angkutan serbuk kayu ulin asal Liang Anggang, Roni, memberikan kesaksian positif mengenai perubahan ini. Ia mengaku kini lebih mudah memperoleh Biosolar dibandingkan dengan periode sebelum aksi demonstrasi berlangsung. Menurut Roni, antrean pengisian BBM saat ini juga sudah lebih tertib, dan tidak ada lagi pungutan parkir liar yang memberatkan para sopir.
"Sekarang aman saja, masuk tidak diminta uang parkir. Sebelum demo memang agak susah karena distribusi lambat dan BBM sering habis," ujar Roni, menggambarkan perbaikan kondisi di lapangan. Kesaksian ini memperkuat temuan Satgas BBM bahwa upaya pengawasan telah membuahkan hasil dalam menciptakan lingkungan pengisian BBM yang lebih kondusif dan bebas dari praktik ilegal.
Komitmen Pengawasan Rutin dan Layanan Pengaduan Publik
Polres Banjarbaru berkomitmen penuh untuk menjaga kelancaran distribusi BBM dan memberantas praktik pungli di SPBU secara berkelanjutan. Kepolisian setempat menyatakan akan melakukan pengawasan rutin guna memastikan tidak ada lagi penyimpangan dalam penyaluran Biosolar. Langkah ini diambil untuk memberikan jaminan kepada masyarakat, khususnya para sopir angkutan, bahwa mereka dapat mengakses BBM subsidi tanpa hambatan atau biaya tambahan yang tidak sah.
Sebagai bentuk transparansi dan partisipasi publik, Polres Banjarbaru juga telah membuka layanan pengaduan khusus. Layanan ini diperuntukkan bagi sopir maupun masyarakat umum yang mungkin masih menemukan praktik pungli atau intimidasi di lingkungan SPBU. Adanya kanal pengaduan ini diharapkan dapat mempermudah pelaporan dan mempercepat penanganan setiap pelanggaran yang terjadi.
Inisiatif ini menunjukkan keseriusan pihak kepolisian dalam menciptakan ekosistem distribusi BBM yang adil dan transparan. Dengan pengawasan rutin dan layanan pengaduan yang responsif, diharapkan masalah-masalah yang sempat dikeluhkan dapat diminimalisir, sehingga pasokan Biosolar tetap terjaga dan kebutuhan transportasi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
Sumber: AntaraNews