Rumah Pengusaha di Lampung Diserang OTK hingga Tewaskan Satu Orang, Begini Kronologinya
Akibat dari penyerangan tersebut, satu orang tewas dan dua orang penghuni rumah mengalami luka-luka karena luka bacok.
Rumah Thomas Risca pemilik tempat wisata bahari Tegal Mas Lampung disatroni orang tak dikenal (OTK) pada Sabtu (29/3) dinihari pukul 00.10 WIB di Jalan Nusa Indah, Kecamatan Enggal, Kota Bandar Lampung.
Akibat dari penyerangan tersebut, satu orang tewas dan dua orang penghuni rumah mengalami luka-luka karena luka bacok.
Dalam video yang beredar, salah seorang korban selamat bernama Daffa membeberkan kronologi kejadian.
“Saya sama temen saya baru pulang, dari lampu merah dia ngeliatin dari sebelah kiri, terus dia ngikutin terus dari arah belakang sampai masuk ke rumah,” katanya, dikutip Selasa (1/4).
Dia menuturkan, pria tersebut tak mengeluarkan sepatah kata pun untuk menjelaskan maksud dan tujuannya mengingkuti korban hingga sampai di rumah.
“Saya yang pertama kali menanyakan kamu siapa, tapi dia diem aja nggak jawab, dan langsung mengeluarkan parang dan diarahkan ke kepala saya, lalu saya tangkis dan saya tendang dan langsung masuk ke dalam rumah,” jelas Daffa.
Tak sampai di situ, Daffa menuturkan pria tersebut berupaya untuk masuk ke dalam rumah dengan mendobrak dan menggedor-gedor pintu rumah.
“Untungnya nggak lama dari situ polisi datang dan saya minta polisi untuk tangkap, tapi dia tetep berusaha buat masuk lagi ke rumah, polisinya nembak pelaku,” bebernya.
Pelaku Melawan Saat Diamankan Polisi
Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Alfred Jacob Tilukay mengatakan, pascakejadian itu pelaku dibawa ke RS Bhayangkara Polda Lampung akibat luka tembak, karena melawan saat diamankan.
“Pelaku sempat diberi perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung. Memang kami berikan tindakan tegas terukur karena pada saat melakukan penangkapan pelaku ingin menyerang anggota menggunakan senjata tajam," katanya.
Hingga saat ini, polisi masih terus mendalami motif pasti pelaku melakukan aksinya tersebut.
“Untuk motifnya masih kita dalami,” pungkasnya.
Kontributor: Yosephin Suci Wulandari