RS Hasan Sadikin Tangani 10 Pasien Super Flu di Awal Januari 2026
Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung melaporkan penanganan 10 pasien dengan gejala super flu atau influenza A (H3N2) subclade K pada awal Januari 2026, memicu kewaspadaan publik terhadap virus yang berpotensi lebih parah ini.
Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung telah merawat sepuluh pasien dengan gejala super flu, atau influenza A (H3N2) subclade K, pada awal Januari 2026. Kasus-kasus ini baru teridentifikasi di awal tahun ini dengan rentang usia dan tingkat keparahan yang bervariasi.
Kepala Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-emerging RSHS, Yovita Hartantri, mengonfirmasi bahwa sepuluh kasus tersebut mencakup dua bayi berusia sembilan bulan dan satu tahun, satu anak berusia 11 tahun, lima pasien berusia antara 20 hingga 60 tahun, serta dua pasien berusia di atas 60 tahun.
Penanganan terhadap pasien super flu ini dilakukan di fasilitas isolasi khusus yang telah disiapkan RSHS Bandung, serupa dengan protokol selama pandemi COVID-19. Langkah ini diambil untuk mencegah penularan lebih lanjut dan memastikan perawatan optimal bagi setiap pasien.
Mengenal Super Flu dan Tingkat Keparahannya
Super flu, atau influenza A (H3N2) subclade K, dikenal sebagai virus yang berevolusi cepat dan berpotensi menyebabkan gejala lebih parah dibandingkan influenza musiman. Yovita Hartantri menjelaskan bahwa tingkat keparahan gejala dapat bervariasi antar pasien.
Gejala yang lebih serius ini terutama berisiko tinggi bagi kelompok rentan seperti lansia atau pasien dengan kondisi kesehatan penyerta (komorbiditas). Untuk kelompok ini, perawatan bisa lebih lama dan terdapat risiko penyakit serius hingga kematian.
Keparahan penyakit juga sangat dipengaruhi oleh komorbiditas pasien dan sistem kekebalan tubuh individu. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap gejala flu yang parah dan segera mencari pertolongan medis.
Upaya Penanganan dan Pencegahan di RSHS Bandung
Untuk mengantisipasi dan menangani kasus super flu, RSHS Bandung telah mempersiapkan fasilitas isolasi khusus. Fasilitas ini mencakup ruang isolasi perawatan intensif, ruang perawatan reguler, dan ruang isolasi di unit gawat darurat.
Kesiapan fasilitas ini ditujukan untuk pasien intensif maupun non-intensif, memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan yang sesuai. Langkah proaktif ini merupakan bagian dari komitmen RSHS dalam menghadapi potensi penyebaran virus.
Yovita Hartantri juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap gejala flu yang parah, terutama bagi kelompok rentan seperti bayi, lansia, dan pasien dengan kondisi kesehatan yang sudah ada. Pencarian bantuan medis segera sangat dianjurkan untuk mencegah komplikasi.
Situasi Nasional Super Flu Terkendali
Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, pada Kamis (8 Januari), menyatakan bahwa 63 kasus super flu telah terdeteksi di Indonesia. Meskipun demikian, masyarakat diminta untuk tidak khawatir karena situasi masih terkendali.
Benjamin Paulus Octavianus menjelaskan bahwa strain influenza A (H3N2) subclade K ini pertama kali diidentifikasi di Amerika. Semua 63 kasus yang terdeteksi di Indonesia telah menjalani pemeriksaan laboratorium untuk konfirmasi.
Untuk pencegahan, pemerintah merekomendasikan penggunaan vaksin influenza standar. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan pengendalian terus dilakukan oleh otoritas kesehatan nasional.
Sumber: AntaraNews