Revitalisasi Pasar Legi terkendala lokasi penampungan sementara
Mengenai revitalisasi pasar tradisional, Subagiyo mengungkapkan, dari total 44 pasar di Kota Solo, 31 di antaranya sudah direvitalisasi. Sedangkan sisanya masih dalam tahap menuju revitalisasi.
Pemerintah Kota Surakarta segera melakukan revitalisasi Pasar Legi karena kondisinya yang sudah tidak nyaman bagi pedagang. Namun saat ini, pemerintah masih mencari lokasi pasar darurat untuk para pedagang Pasar Legi.
"Kami masih belum menemukan lokasi yang tepat untuk pasar darurat, butuh lokasi yang besar karena jumlah pedagang di Pasar Legi mencapai 3.000 an pedagang. Selain itu, banyak kendaraan besar yang lalu lalang di pasar ini untuk bongkar muat barang," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Subagiyo seperti dilansir dari Antara, Sabtu (20/1).
Untuk rencana revitalisasi tersebut, dia menjelaskan, hampir semua bagian dari pasar tersebut perlu direvitalisasi. Di antaranya penerangan, sirkulasi udara, penataan pedagang, hingga 'traffic management'. Sehingga nantinya bangunan pasar yang baru akan menggunakan sistem atap akrilik.
"Dengan atap model ini pada kondisi siang hari pun bagian dalam pasar akan lebih terang tanpa menggunakan lampu. Selain itu, sirkulasi udara di pasar ini juga menjadi prioritas utama untuk segera dibenahi," jelasnya.
Mengenai revitalisasi pasar tradisional, Subagiyo mengungkapkan, dari total 44 pasar di Kota Solo, 31 di antaranya sudah direvitalisasi. Sedangkan sisanya masih dalam tahap menuju revitalisasi.
"Tinggal pasar-pasar ukuran besar yang belum direvitalisasi karena jumlah pedagangnya banyak. Masalahnya sama dengan Pasar Legi, kami masih kesulitan mencari lokasi pasar daruratnya," terangnya.
Baca juga:
Arjuna tenggelam saat mandi di karamba Waduk Kedung Ombo
Ganjar tegaskan Jawa Tengah tak perlu beras impor
Kementerian Agama Solo awasi biro umroh Abu Tour dan SBL
Pangdam Diponegoro sebut seluruh daerah di Jateng rawan gesekan saat Pilgub
127 Biro umrah di Solo belum kantongi izin
Protes bau busuk pabrik tekstil, warga geruduk DPRD Sukoharjo