Rela Begadang dan Keluar Belasan Juta Demi Bisa Mudik ke Surabaya
Bahkan, tiket kereta yang dibanderol dengan harga sekitar Rp600-800 ribu ini didapatnya tiga bulan sebelum lebaran.
Arif, salah seorang pemudik tujuan Surabaya, Jawa Timur ini rela bergadang demi mendapatkan tiket kereta api untuk mudik lebaran 2025. Karena, ia harus berebut untuk mendapatkan tiket secara online.
Bahkan, tiket kereta yang dibanderol dengan harga sekitar Rp600-800 ribu ini didapatnya tiga bulan sebelum lebaran. Hal ini bertujuan agar ia bersama dengan istri, anak dan orangtuanya bisa pulang ke kampung halaman.
Apalagi, tidak mudah untuk bisa mendapatkan tiket dengan kursi yang memang sejajaran atau berdekatan. Karena, saat sistem pemesanan kereta api secara online dibuka langsung ia cari pada pukul 00.00 Wib.
Saat itu, ia tidak langsung mendapatkan tiket untuk mudik. Pemudik asal Cikarang ini baru bisa mendapatkan tiket pada pukul 02.30 Wib, hal ini karena sistem pencarian tiket yang down.
”Jadi kayak kita pas lagi mau pilih untuk tiketnya itu keluar lagi, masuk-keluar masuk gitu," kata Arif kepada merdeka.com di Stasiun Gambir, Jakarta, Sabtu (29/3).)
Alasan Pilih Mudik Malam
Dengan sistem yang sempat error, dirinya pun mendapatkan tiket dengan harga tersebut untuk kelas eksekutif. Mengingat, untuk harga di bawah kelas tersebut sudah habis terjual.
Kemudian, untuk pemesanan tiket dari tiga bulan sebelum lebaran sudah diperhitungkan secara matang olehnya. Apalagi, dirinya yang masih harus masuk kerja setengah hari pada hari keberangkatan yaitu Jumat (28/3) malam.
Sehingga, ia memilih tiket dengan jam keberangkatan pada malam hari. Namun, bukan hanya itu saja yang menjadikan alasan dirinya memilih jam malam untuk mudik menggunakan kereta.
Akan tetapi, agar anak yang ia bawanya itu bisa tidur selama perjalanan. Sehingga, hal ini dapat menghindari jika anaknya bosan dan rewel serta dapat mengganggu penumpang lainnya.
Namun, dirinya juga membawa perbekalan seperti makanan, pampers hingga obat-obatan jika terjadi sesuatu dengan anaknya selama dalam perjalanan.
Biaya Besar untuk Mudik
Ternyata, untuk bisa mudik ke kampung halaman bukan hanya rela bergadang. Akan tetapi, ia juga harus mengeluarkan atau menyiapkan uang hingga sampai Rp11 juta.
Jumlah itu tidak hanya itu pembelian tiket kereta api pergi dan pulangnya saja. Melainkan untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada sanak saudara dan family di Surabaya.
"Kalau ada kenaikan pasti ada. Karena anak ini tahun kemarin belum masuk biaya. Nah sekarang udah masuk. Anak usia tiga tahun lewat, jadi udah hampir empat tahun. Maksimal kan tiga tahun," ujarnya.
Tidak hanya memikirkan dirinya dan keluarga untuk bisa mudik lebaran, ia pun turut memberikan saran kepada pemerintah. Salah satunya terkait dengan sistem pembelian tiket yang harus bisa lebih mudah.
"Kemudian untuk yang perlu diperhatiin sih ini ya, apa namanya, pesawat. Karena kalau saya berkaca dari teman-teman saya, kebanyakan memang mahal gitu," ungkapnya.
"Dan bahkan untuk luar negeri itu, lebih murah ke luar negeri. Negara Asian lainnya kayak Malaysia, Thailand, bisa lebih murah daripada kita," sambungnya.
Menurutnya, harus ada program yang membuat harga tiket pesawat menjadi lebih murah atau turun dari harga jual hari biasa. Karena, apabila tiket pesawat dimurahkan maka untuk penumpang kereta tidak begitu meningkat dan lebih cepat mendapatkan tiket secara online.
"Jadi mungkin kalau misalnya harga pesawat bisa ditekan lebih murah, kereta itu bisa lebih renggang lah. Jadi lebih merata," pungkasnya.