PVMBG Pastikan Status Gunung Dukono Belum Naik ke Level Siaga
Akibat erupsi pada hari ini, dua warga Singapura dikabarkan tewas.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih belum berencana meningkatkan status Gunung Dukono, Halmahera, dari Level II Waspada ke Level III Siaga meski sudah ada dua WNA Singapura yang tewas akibat erupsi. Jarak aman pun masih berada pada radius 4 kilometer dari kawah.
"Saat ini kegempaan letusan masih ada dan juga gemuruhnya masih ada dari intensitas kecil sampai sedang. Dan untuk kegempaan ini masih berkisar di kegempaan erupsi sehingga untuk intensitasnya masih fluktuatif dan cenderung tinggi, sehingga masih di Waspada Level II di 4 kilometer," kata Ketua Tim Kerja Gunung Api PVMBG, Heruningtyas Desi Purnamasari atau Tyas, di Kantor PVMBG pada Jumat (8/5).
Tidak Mengacam Pemukiman Penduduk
Tyas menambahkan, aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih dinilai tak mengancam ke pemukiman penduduk yang berada pada radius 8 kilometer. Aktivitas gempa dan deformasi pun belum meningkat secara signifikan.
"Untuk Level ke Siaga ini masih belum ada potensi ke sana. Sehingga masih sesuai dengan 4 kilometer di Level II atau Waspada," ucap dia.
Hal senada dikatakan oleh Kepala PVMBG, Siti Sumilah Rita Susilawati. Dia menyebut aktivitas vulkanik gunung belum mengancam pemukiman warga. Maka dari itu, PVMBG menetapkan status gunung tetap berada pada Level II Waspada.
"Siaga itu dari kedekatannya ke arah penduduk. Kalau penduduknya lebih dekat kan itu jadi ke arah bahaya untuk penduduk setempat ya," ujar dia.
Sejak Akhir Maret Tercatat 199 Kali Erupsi
Sebelumnya, Gunung Dukono, yang berada di Kecamatan Galela dan Tobelo, sempat mengalami penurunan aktivitas erupsi pada Agustus 2025, namun sejak tanggal 30 Maret 2026, aktivitas erupsi magmatik eksplosif meningkat secara signifikan dengan tercatat 199 kali erupsi, di mana ketinggian kolom erupsi berkisar antara 50 hingga 400 meter dari puncak gunung.
Erupsi terbaru terjadi pada 8 Mei 2026 pukul 07.41 WIT, yang disertai dengan suara dentuman lemah hingga kuat. Aktivitas ini terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi 967.56 detik.
Kolom erupsi yang terlihat berwarna putih, kelabu, hingga hitam dengan intensitas tebal, mencapai ketinggian sekitar 10.000 meter di atas puncak.