Puluhan Warga Bantul Keracunan usai Santap Rice Bowl saat Berbuka Puasa
Puluhan orang warga di Jodog, Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, DIY mengalami keracunan makanan, Sabtu (15/3).
Puluhan orang warga di Jodog, Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, DIY mengalami keracunan makanan, Sabtu (15/3). Puluhan warga ini diduga keracunan usai mengonsumsi menu takjil atau buka puasa disalah satu masjid di Jodog.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul Agus Tri Widiyantara mengatakan warga keracunan usai menggelar buka bersama disalah satu masjid. Usai mengonsumsi menu buka atau takjil ini sejumlah warga mengalami keracunan seperti muntah dan diare.
"Kejadiannya Sabtu (15/3) saat buka bersama di masjid di daerah Jodog. Menu takjilnya berupa rice bowl. Pada Minggu (16/3) beberapa orang mengeluh mual, muntah hingga diare," kata Agus saat dihubungi wartawan, Selasa (18/3).
"Kemudian hari Senin (17/3) tambah lagi (warga yang keracunan). Keluhan mereka mual, muntah-muntah hingga diare," sambung Agus.
Agus membeberkan ada puluhan orang yang mengalami gejala berupa mual, muntah dan diare dimana sebagian besar adalah anak-anak. Agus membeberkan keracunan ini baru dilaporkan ke Puskesmas pada Senin (17/3) sore.
Usai mendapatkan laporan, Agus menyebut pihaknya langsung melakukan pelacakan. Dari pelacakan ini diketahui ada 24 orang yang mengalami keracunan makanan.
"Data sementara ada 10 orang rawat jalan di Puskesmas Pandak, 11 orang rawat jalan di RS UII Pandak. Tadi ada laporan 3 orang rawat inap," terang Agus.
"Total yang mengalami gejala keracunan ada 24 orang. Kebanyakan anak-anak tapi yang dewasa ada juga," lanjut Agus.
Rice Bowl Berjamur
Agus menerangkan pihaknya tengah mengupayakan uji sampel terhadap makanan yang diduga menyebabkan keracunan itu. Hanya saja karena makanan sudah dikonsumsi pada Sabtu (15/3) lalu diperkirakan akan susah mencari sampel sisa makanan.
Agus menambahkan menu yang dicurigai menyebabkan dugaan keracunan ini adalah rice bowl. Rice bowl ini berisi nasi, telur dadar dan ayam.
"Sampel makanan baru dicari, buka bersamanya sudah Sabtu jadi kemungkinan susah ya. Kalau kita dapat kemungkinan dari sampel sisa-sisa muntahan saja," urai Agus.
Sementara itu, Panewu (Camat) Pandak Nanang Dwi Atmoko menyebut menu takjil rice bowl ini diberikan oleh seseorang untuk jamaah masjid berbuka puasa. Nanang menduga keracunan disebabkan karena wadah rice bowl yang jamuran.
"Kemungkinan kemarin dari tempat rice bowl agak menjamur. Jadi lebih ke tempat makanannya. Itu dugaan sementara. Soalnya makanannya masih fresh," urai Nanang.
"Ya kejadian ini untuk pembelajaran. Kalau ada takjil dari orang luar harus lebih hati-hati lagi," tutup Nanang.