Pembakar pos dan mobil Pemuda Pancasila di Pondok Gede berjumlah 30 orang
Pembakar pos dan mobil Pemuda Pancasila di Pondok Gede berjumlah 30 orang. Saat kejadian berlangsung, para saksi menjauh dan kabur dari lokasi kejadian dibakarnya pos tersebut. Setelah dibakar, barulah para saksi kembali ke lokasi kejadian.
Sebuah pos komando diduga milik organisasi masyarakat Pemuda Pancasila dibakar sejumlah orang tak dikenal di Jalan Raya Gemprit RT 10 RW 14, Kelurahan Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi. Kejadian tersebut terjadi pada Rabu (28/3) dini hari.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan terkait kejadian pembakaran tersebut. Menurut keterangan para saksi yang sudah diperiksa, pembakaran tersebut dilakukan oleh sekitar 15 motor dengan jumlah orang sekitar 30.
"Iya benar ada kejadian itu," kata Argo saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (28/3).
Saat kejadian berlangsung, para saksi menjauh dan kabur dari lokasi kejadian dibakarnya pos tersebut. Setelah dibakar, barulah para saksi kembali ke lokasi kejadian.
Sampai saat ini, aparat kepolisian masih terus melakukan pencarian terhadap para pelaku pembakaran pos yang diduga milik Pemuda Pancasila. Polisi pun juga telah membentangi garis polisi yang berwarna kuning di lokasi atau Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Selain itu, satu unit kendaraan mobil Daihatsu Feroza denga nomor polisi F 8360 LU juga dalam kondisi terbakar," tandasnya.
Baca juga:
Kasus penyerangan ulama, Kabareskrim tegaskan fokus pada pidana
Fakta mengejutkan insiden perusakan Kapel di Sumsel yang libatkan kades hingga kepsek
Jadi dalang perusak kapel, kades di Ogan Ilir mengaku iri dan kesetanan
Polisi masih kejar 2 pelaku pengrusakan kapel di Ogan Ilir
Uang bayaran rusak kapel di Ogan Ilir dipakai pelaku buat beli sabu
2 Perusak kapel di Sumsel adalah pekerja tambang timah bergaji Rp 10 juta sebulan
Kesal ditegur saat pesta miras, dua mahasiswa lempar molotov ke indekos