2 Perusak kapel di Sumsel adalah pekerja tambang timah bergaji Rp 10 juta sebulan
Merdeka.com - Selain Kades dan Kepala SMA Negeri 1 Rantau Alai, tersangka aksi perusakan rumah ibadah umat Katolik (kapel) di Ogan Ilir juga melibatkan dua pria kembar, inisial YS alias WT (39) dan AN alias WH (39). Keduanya diringkus polisi dalam pelariannya di Bangka Belitung.
Dalam aksi itu, tersangka WT berperan merusak jendela kapel dan tanaman buah naga dengan parang. Kemudian, dia mengumpulkan barang-barang kapel dan dibakar oleh tersangka lain.
Dalam mengumpulkan barang itu, WT dibantu saudara kembarnya WH. Setelah itu, WH bersama seorang pelaku lain mencuri mesin pompa air yang berada di sumur kapel.
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, mengungkapkan kedua pria kembar tersebut bekerja di tambang timah di Bangka Belitung. Tak tanggung-tanggung, gaji yang diterima pria kembar tersebut masing-masing Rp 10 juta per bulan.
"Ya, yang kembar itu kerja di tambang timah, gajinya delapan sampai sepuluh juta per bulannya," ungkap Zulkarnain, Rabu (21/3).
Bersama tersangka lain, keduanya Pasal 170 KUHP, Pasal 187 KUHP, dan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana 12 tahun penjara.
"Mencuri pompa mesin itu atas inisiatif sendiri, bukan modus mengelabui aksi," ujarnya.
Zulkarnain menambahkan, seluruh tersangka menyesali perbuatannya. Bahkan, tersangka AS dan AF, Kades dan Kepala SMA Negeri 1 Rantau Alai, ingin datang ke Desa Mekarsari untuk meminta maaf.
"Semuanya meminta maaf, mereka menyesal, tapi perbuatannya dalam keadaan sadar, bukan pengaruh minuman keras," jelas dia.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya