Psikologis 5 korban bom di Thamrin terganggu, 1 dirujuk ke ahli jiwa
Untuk keempat korban lainnya, tim psikologi dari kepolisian masih terus berupaya melakukan konseling.
Setelah teror bom di kawasan Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1) lalu, lima dari 27 korban luka mengalami gangguan psikologis. Bahkan, satu dari lima orang yang trauma itu harus dirujuk ke ahli kejiwaan.
"Kami kunjungi apakah korban ada yang mengalami perubahan perilaku, pendiam, atau trauma. Hasilnya, sesuai rencana ada satu orang yang mau dirujuk ke ahli jiwa," kata Sespusdokkes Polri, Kombes Pol Budiyono di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/1).
Sementara, untuk keempat korban lainnya, tim psikologi dari kepolisian masih terus berupaya melakukan konseling. Sebab, keempatnya hanya sebatas mengalami kesulitan berkomunikasi dan gangguan tidur.
"Untuk empat korban lainnya akan terus dikonseling seperti diajak ngobrol sampai mengarahkan apa yang harus dilakukan untuk menghadapi cobaan itu," ujar dia.
Selain membentuk tim psikologi, polisi juga mengajak pihak keluarga membantu para korban lepas dari rasa trauma tersebut. Sebab keluarga dianggap memiliki peran besar untuk membentuk kembali rasa percaya diri para korban.
"Itu salah satu konseling yang dilakukan, ada keluarga dekat memberikan motifasi kepada korban. Apalagi korban secara fisik berat, kita juga menerapi keluarga," tegas dia.
"Kalau keluarga cuek dia berhalusinasi sendiri, memikirkan sendiri itu jadi bahaya," pungkas Budiyono.
Sebelumnya 27 korban luka ledakan bom itu sudah dikembalikan ke keluarga. Sementara hingga Minggu (24/1) kamerin, tiga korban luka ledakan bom ada yang masih dirawat di rumah sakit.
Tiga korban bom di Thamrin itu masih dirawat di dua rumah sakit berbeda di Jakarta. Dua orang dirawat di rumah sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) dan satu orang di rumah sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM)
"Sampai saat ini jumlah pasien korban bom Thamrin yang masih dirawat total tinggal tiga orang, dua di RSPAD dan satu di RSCM," kata Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Metro Jaya Kombes Musyafak, kemarin
Kedua korban yang masih dirawat di RSPAD yakni, Aiptu Budiono (43), yang merupakan anggota Polri, dan Anggun Artikasari (24). "Aiptu Budiono dan Anggun Artikasari sudah dalam keadaan stabil," kata Musyafak.
Satu korban di RSCM yaitu Aiptu Deni M (49), anggota Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Deni mengalami luka bakar grade II 9 persen di bagian lengan kiri. "Wajah dan jaringan tungkai atas kaki kanan koyak. Saat ini dirawat di HCU (high care unit). Kondisi sadar dan stabil," ujar Musyafak.
Baca juga:
Tim Densus 88 masih dalami identitas 4 jenazah bom Sarinah
Kapolri: Setelah kasus Thamrin kita baru sadar ISIS berbahaya
Dewan Pers sebut pemberitaan ledakan bom Thamrin langgar kode etik
Hadapi terorisme, Kapolri ibaratkan polisi sebagai pemadam kebakaran
Survei membuktikan, ISIS ancaman NKRI yang harus diwaspadai
Ini pistol yang dipakai pelaku teror bom Thamrin
Enam orang terlibat bom Sarinah ditetapkan jadi tersangka