Kapolri Jenderal Pol. Badrodin Haiti (kanan) didampingi Kadivhumas Polri Irjen Pol. Anton Charliyan (kiri) menunjukkan sejumlah senjata api saat menggelar jumpa pers barang bukti milik pelaku teroris Thamrin di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (22/1).
Ledakan Bom Sarinah Jakarta
Kapolri Jenderal Pol. Badrodin Haiti (kanan) didampingi Kadivhumas Polri Irjen Pol. Anton Charliyan (kiri) menunjukkan sejumlah senjata api saat menggelar jumpa pers barang bukti milik pelaku teroris Thamrin di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (22/1).
Dalam jumpa pers tersebut, Kapolri menunjukkan 9 pucuk senjata api dan amunisi yang berhasil diamankan dari 18 tersangka.
Seluruh barang bukti itu merupakan hasil pengembangan kasus aksi teror jaringan teroris bom Thamrin.
Para awak media meliput saat Kapolri Jenderal Pol. Badrodin Haiti menunjukkan sejumlah senjata api milik pelaku teror.
Kapolri Jenderal Pol. Badrodin Haiti saat akan memberikan keterangan pers soal barang bukti milik para pelaku teroris Thamrin.
Kapolri Jenderal Pol. Badrodin Haiti memaparkan barang bukti pelaku teroris Thamrin yang diamankan.
9 Pucuk senjata api dan amunisi milik para pelaku teroris yang diamankan.
Dua dari sembilan pucuk senjata api milik para pelaku teroris yang diamankan.
Ribuan warga memadati Karnaval Gajah di Tulang Bawang, lampung, Jumat (26/06/2026).
Baca SelengkapnyaJokowi mengapresiasi kerja keras Ketum PSI Kaesang Pangarep beserta jajaran DPP, DPW, DPD dan DPC atas terselenggaranya Rakorda di Lampung.
Baca SelengkapnyaPernyataan Jokowi itu sontak disambut riuh peserta Rakorda PSI.
Baca SelengkapnyaMendagri menilai kegiatan tersebut memberikan berbagai manfaat. Pertama, mempertahankan budaya tenun.
Baca SelengkapnyaMenurut Tri, generasi muda saat ini akan menjadi penerus pembangunan bangsa pada masa mendatang.
Baca SelengkapnyaUpaya komunikasi itu tidak mendapat respons seperti yang diharapkan.
Baca SelengkapnyaAkibat dianiaya, Yuvita menderita luka parah di sejumlah bagian tubuhnya.
Baca SelengkapnyaHukuman itu dinilai ringan atas dugaan kejahatan suap kepada para pejabat bea cukai dengan uang sejumlah Rp61 miliar dan pemberian fasilitas hiburan.
Baca SelengkapnyaBarang berharga milik korban sebagian besar masih utuh saat ditemukan.
Baca SelengkapnyaNamun pemerintah belum menemukan bukti adanya kelalaian terkait meninggalnya peserta pelatihan tersebut.
Baca SelengkapnyaDugaan bullying dan kekerasan fisik ini berawal dari aduan orang tua korban KA ke Polrestabes Semarang pada 3 April 2026.
Baca SelengkapnyaYuvita dianiaya menggunakan tangan kosong dan disundut rokok apabila pelaku sedang dalam kondisi kesal.
Baca Selengkapnya