PSI bersiap hadapi verifikasi KPU
PSI bersiap hadapi verifikasi KPU. Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natali mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan jumlah anggota seribu atau satu per seribu jumlah penduduk kabupaten/kotamadya.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti verifikasi yang akan diselenggarakan oleh KPU pada tahun 2017 ini. Sehingga jika mereka dapat menjadi peserta dalam Pemilihan Umum pada 2019 mendatang.
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natali mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan jumlah anggota seribu atau satu per seribu jumlah penduduk kabupaten/
kotamadya sebagaimana diamanatkan KPU. Dan kini mereka mengklaim telah mengumpulkan 90 persen dari syarat tersebut.
"Partai Solidaritas Indonesia, tinggal satu langkah lagi untuk ikut Pemilu 2019," katanya di hadapan pengurus wilayah PSI seluruh Indonesia di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (9/4).
Dia mengungkapkan, demi mendukung kerja-kerja pengumpulan keanggotaan di lapangan, pihaknya telah mengembangkan sistem keanggotaan. Di mana sistem yang berbasis internet bernama SIAP (Sistem Informasi Administrasi PSI) yang rencananya akan diintegrasikan ke dalam sistem teknologi informasi milik KPU.
"Kami segera mempublikasikan kabar baik bagi Indonesia. Hadirnya PSI sebagai parpol
peserta pemilu. Sebagai sebuah kekuatan politik baru untuk menjawab kebutuhan publik
akan ide-ide dan wajah segar dalam politik Indonesia," ungkapnya.
Dalam kesempatan sama, Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni menambahkan, partainya hadir sebagai kekuatan politik yang akan merawat nilai-nilai kebajikan dan keberagaman.
"PSI adalah partai terbuka anak-anak muda, yang siap mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa yang menginginkan Indonesia tumbuh mekar di taman keberagaman," tutupnya.
Baca juga:
Djarot nilai keputusan DKPP untuk koreksi kinerja KPU DKI
DKPP ingatkan Ketua KPU DKI Jakarta untuk miliki kepekaan politik
DKPP putuskan KPU & Bawaslu DKI tak melanggar terima honor pembicara
Dinyatakan melanggar kode etik, KPU DKI siap jalankan saran DKPP
Tim Ahok-Djarot datangi KPU Jakbar tanya hilangnya hak suara pemilih
Pimpinan DPR pesan persoalan DPT ke komisioner KPU baru