Program MBG Dinilai Berdampak Besar terhadap Sektor Ketenagakerjaan
Perlindungan tersebut dapat mencakup jaminan kecelakaan kerja, kesehatan, jaminan hari tua, jaminan kematian, hingga program pensiun apabila memungkinkan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai tidak hanya berperan sebagai program pemenuhan gizi nasional, tetapi juga berpotensi menjadi penggerak terbentuknya ekosistem perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan yang lebih kuat di Indonesia.
Pemerhati jaminan sosial, Teguh Purwanto, menilai keberhasilan Program MBG tidak semata ditentukan oleh kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak Indonesia, melainkan juga oleh perlindungan terhadap para pekerja yang terlibat dalam rantai operasional program tersebut.
"MBG bukan sekadar bicara makanan bergizi gratis. Ada ekosistem besar di dalamnya, mulai dari tenaga kerja, distribusi, pengelolaan dapur umum, hingga keberlanjutan perlindungan jaminan sosialnya," ujar Teguh di Jakarta, Selasa (12/5).
Menurut Teguh, negara perlu hadir memberikan perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja yang terlibat di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian penting dari keberhasilan program prioritas nasional tersebut.
Dalam pemaparannya mengenai pengembangan BPJS Ketenagakerjaan menuju Universal Coverage, Teguh menyebut Program MBG diproyeksikan melibatkan lebih dari 25.000 SPPG dengan total sekitar 1,2 juta tenaga kerja di seluruh Indonesia.
Ia menilai besarnya jumlah tenaga kerja tersebut menunjukkan bahwa MBG tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan dan kesehatan, tetapi juga memiliki pengaruh signifikan terhadap sektor ketenagakerjaan nasional.
"Kalau ekosistem pekerjanya terlindungi dengan baik, maka kualitas layanan MBG juga akan semakin baik. Pekerja akan merasa aman, nyaman, dan memiliki rasa tanggung jawab yang lebih besar terhadap kualitas dan keberhasilan program," katanya.
Teguh, yang telah berkarier lebih dari tiga dekade di BPJS Ketenagakerjaan, menilai perlindungan sosial bagi pekerja SPPG penting untuk menciptakan stabilitas sosial dan ekonomi dalam jangka panjang.
Ia menjelaskan, perlindungan tersebut dapat mencakup jaminan kecelakaan kerja, jaminan kesehatan, jaminan hari tua, jaminan kematian, hingga program pensiun apabila memungkinkan.
"Ketika pekerja merasa terlindungi dari risiko sosial, mereka akan memberikan kualitas kerja terbaiknya atas kualitas MBG. Itu penting karena mereka merupakan bagian dari sistem yang menopang kualitas gizi generasi anak bangsa untuk masa depan Indonesia yang lebih baik," ujarnya.
Menurut Teguh, pendekatan tersebut sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia dalam Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya dalam penguatan kualitas SDM dan pemerataan kesejahteraan sosial.
Pria yang merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan University of New South Wales itu juga menilai Program MBG merupakan investasi strategis jangka panjang untuk meningkatkan daya saing bangsa di tingkat global.
Teguh turut membagikan pengalaman pribadinya mengenai pentingnya pola makan bergizi sejak usia dini. Ia mengaku berasal dari keluarga sederhana, namun orang tuanya tetap berupaya menyediakan makanan bergizi seperti sayuran, kacang-kacangan, susu, tempe, tahu, daging, ikan, dan buah-buahan guna menunjang tumbuh kembang anak.
"Dari situ saya belajar bahwa gizi sangat menentukan kualitas SDM di masa mendatang. Ketika anak-anak dipersiapkan sejak kecil dengan gizi yang baik, mereka punya peluang lebih besar untuk bersaing dan berkembang di masa depan," katanya.
Manajemen Risiko
Selain memiliki pengalaman panjang di bidang jaminan sosial, investasi, keuangan, perencanaan strategis, change management, manajemen risiko, dan kepemimpinan wilayah, Teguh juga aktif dalam berbagai forum nasional maupun internasional terkait perlindungan sosial, investasi, dan ketenagakerjaan.
Indonesia Emas 2045
Ia berharap Program MBG dapat terus diperkuat sebagai bagian dari strategi besar negara dalam membangun fondasi generasi Indonesia yang sehat, produktif, dan unggul menuju Indonesia Emas 2045.
"MBG adalah langkah awal membangun SDM berkualitas dan unggul Indonesia. Ini bukan hanya program jangka pendek, tetapi investasi besar bangsa berkelanjutan dalam jangka panjang untuk masa depan Indonesia yang lebih baik," pungkasnya.