Profil Lengkap Letjen Tandyo Budi Revita, Sosok yang Disebut Bakal Jadi Wakil Panglima TNI
Letjen Tandyo adalah seorang perwira tinggi TNI-AD yang mulai menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat sejak 21 Februari 2024.
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakil KSAD) Letnan Jenderal (Letjen) Tandyo Budi Revita diperkirakan akan dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Panglima TNI.
Pelantikan tersebut dijadwalkan berlangsung di Pusdiklatsus Komando Pasukan Khusus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, pada hari Minggu, 10 Agustus 2025.
Nama Letjen Tandyo mulai dikenal publik setelah rundown acara 'Upacara gelar pasukan operasional dan kehormatan militer' bocor pada hari Sabtu, 9 Agustus 2025.
Letjen Tandyo sendiri adalah seorang perwira tinggi TNI-AD yang sejak 21 Februari 2024 menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Lahir pada 21 Februari 1969, ia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1991 dengan kecabangan Infanteri (Kostrad).
Sebelum menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Letjen Tandyo pernah menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer IV/Diponegoro.
Beberapa posisi penting yang pernah dipegangnya antara lain adalah Kabadiklat Kemhan dari tahun 2021 hingga 2023, serta Dirrah Komhan Ditjen Strahan Kemhan pada periode 2019 hingga 2021.
Pada tahun 2018 hingga 2019, ia menjabat sebagai Dir Bela Negara Ditjen Pothan Kemhan, dan juga sebagai Paban III/Latgab Sops TNI pada tahun 2018.
Dari 2017 hingga 2018, Tandyo menjabat sebagai Paban III/Sopsad, serta Danrem 142/Taroada Tarogau pada tahun 2016.
Di tahun 2015, ia memegang posisi Danmentar Akmil dan Danrindam IX/Udayana, sementara pada tahun 2014 menjabat sebagai Asops Kasdam VII/Wirabuana.
Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Danbrigif Linud 17/Kujang I pada tahun 2011 hingga 2012, Danyonif Linud 330/Tri Dharma pada tahun yang sama, dan pada tahun 1995 menjadi Dan Tim Khusus Combat Intelligence Yonif Linud 330/Tri Dharma.
Dengan pengalaman dan berbagai jabatan strategis yang pernah dipegangnya, Letjen Tandyo Budi Revita diharapkan dapat menjalankan tugas barunya dengan baik.
Mabes TNI belum mengungkapkan nama wakil panglima
Sebelumnya, Markas Besar TNI masih menyimpan rahasia mengenai siapa yang akan menjabat sebagai Wakil Panglima TNI.
Rencananya, pelantikan akan dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer yang berlangsung di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus, Batujajar, Bandung Barat, pada tanggal 10 Agustus 2025.
"Untuk siapa yang akan jadi (Wakil Panglima TNI), kita tunggu tanggal 10 (Agustus), dilantik langsung oleh Presiden," ungkap Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi kepada awak media di Batujajar, Bandung Barat, pada Jumat (8/8) seperti yang dilansir oleh Antara.
Kristomei juga menambahkan bahwa kepastian mengenai siapa yang akan diangkat sebagai Wakil Panglima TNI baru akan terungkap saat pelantikan berlangsung. Penetapan ini akan mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 84 Tahun 2025, yang menggantikan Perpres Nomor 66 Tahun 2019 tentang Organisasi Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Dengan demikian, masyarakat harus bersabar menunggu pengumuman resmi tersebut pada hari pelantikan.
Jabatan Wakil Panglima TNI
Peraturan Presiden ini merinci struktur dan jenjang kepangkatan dalam tubuh TNI, termasuk ketentuan mengenai pengisian posisi Wakil Panglima TNI yang kini harus dijabat oleh perwira tinggi dengan pangkat bintang empat.
"Jabatan Wakil Panglima itu akan diisi sesuai dengan Perpres Nomor 84 Tahun 2025. Dalam aturan tersebut, jabatan ini harus diisi oleh perwira tinggi bintang empat," ungkap Kristomei.
Perpres yang baru ini juga membawa berbagai perubahan dalam struktur organisasi TNI, termasuk peningkatan pangkat di beberapa posisi penting. Sebagai contoh, jabatan Asisten Operasi Panglima TNI yang sebelumnya berpangkat bintang dua, kini telah ditingkatkan menjadi bintang tiga.
"Di Perpres itu, misalnya disebutkan Asisten Operasi Panglima TNI kini membawahi kepala biro dan wakil asisten operasi, yang semuanya menyesuaikan kepangkatannya," tambah Kapuspen.