Prabowo Respons Penembakan WNI di Malaysia: Saya Ingatkan, Jangan Mau Ikut-Ikut Kegiatan Ilegal
Prabowo menyebut, jika ada aktivitas ilegal maka negara asing akan bertindak.
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, kasus penembakan Warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia masih tengah diinvestigasi. Namun, dia mengingatkan agar WNI tidak ikut-ikut aktivitas ilegal.
"Ya itu sedang kita tentunya berharap ada investigasi ya kan, tapi sekali lagi saya ingatkan bahwa jangan mau ikut-ikut dalam kegiatan ilegal," kata Prabowo di The Tribrata Jakarta, Kamis (30/1).
Prabowo menyebut, jika ada aktivitas ilegal maka negara asing akan bertindak. Oleh karena itu, rakyat Indonesia jangan mau diiming-imingi oleh para sindikat.
"Kalau nyelundup ke negara asing risikonya negara asing akan bertindak. Jadi rakyat kita jangan mau dibohongi oleh sindikat-sindikat yang berjanji ini, berjanji itu," ucapnya.
Prabowo meyakini, pihak Malaysia juga melaksanakan penyelidikan terkait kasus ini. Prabowo juga sudah membicarakan hal ini dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.
"Itu secara garis besar kita bicarakan," kata Prabowo.
DPR Nilai Penjelasan Malaysia Janggal
Sebelumnya, anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin menilai ada yang janggal dalam penjelasan Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) terkait alasan penembakan terhadap lima warga negara Indonesia (WNI).
"Penjelasan dari APMM menurut hemat saya sangat diragukan,” kata TB Hasanuddin, Senin (27/1).
TB Hasanuddin mengungkit pernyataan APMM bahwa WNI menabrak kapalnya sebanyak empat kali. Menurut TB Hasanuddin, hal itu sangat aneh. Sebab, jika benar WNI tersebut imigran ilegal, mereka biasanya melarikan diri. Bukan justru melakukan perlawanan.
“Kalau memang benar mereka imigran yang ilegal pada umumnya melarikan diri, bukan sebaliknya menabrak sampai empat kali dan menabrak itu sebesar apa kapal yang dipakai oleh warga negara Indonesia. Kok sampe berani menabrak kapal APMM yang relatif besar," ucap TB Hasanuddin.
Dia juga menyinggung pernyataan APMM bahwa mereka menembak WNI untuk membela diri. Berdasarkan klaim APMM, WNI yang menjadi korban penembakan membawa dua parang.
"Kalau penjelasan itu benar berarti yang membawa parang itu sudah naik ke kapal APMM, sementara ini korban yang ditemukan justru di tempat lain dan di pantai. Ini dua peryataan ini patut di klarifikasi ulang oleh pemerintah Malaysia, agar hubungan kedua negara tetap baik," ucap dia.
Penjelasan Aparat Malaysia
Sebelumnya, Kepala Polisi Selangor, Datuk Hussein Omar Khan mengatakan, 5 WNI yang menjadi korban penembakan sempat mencoba menyerang petugas APMM saat berpatroli. Karena itulah, petugas terpaksa melepaskan tembakan demi keamanan.
"Kapal yang ditumpangi tersangka menghantam kapal APMM sebanyak empat kali sebelum dua di antaranya mencoba menyerang petugas dengan parang," lapor Harian Metro Malaysia, mengutip keterangan Hussein.
Lantaran merasa terancam, petugas APMM kemudian melesatkan peluru ke arah kapal para WNI. Disebutkan bahwa para WNI itu sempat kabur.