Prabowo Perintahkan Pembangunan Perumahan Rakyat di Lahan Strategis
Ara menjelaskan, Presiden meminta agar lahan-lahan negara di lokasi strategis dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan publik.
Pemerintah akan membuka pemanfaatan kawasan-kawasan strategis untuk pembangunan perumahan rakyat guna memperluas akses hunian layak, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyampaikan hal tersebut usai menerima arahan langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam rapat terbatas di Istana Negara, Senin (6/4).
Ara menjelaskan, Presiden meminta agar lahan-lahan negara di lokasi strategis dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan publik, terutama pembangunan perumahan rakyat.
"Dan utamanya di daerah strategis. Tadi arahan Bapak Presiden Prabowo untuk Pak Nusron, Menteri ATR agar mempersiapkan lahan-lahan untuk perumahan dengan cepat. Untuk pembiayaan dan pembangunannya oleh Danantara," kata Menteri Ara.
Ia menambahkan, pemerintah telah mulai mengidentifikasi sejumlah lahan potensial milik negara bersama jajaran BUMN. Beberapa di antaranya berada di kawasan Tanah Abang, Jakarta, serta sejumlah titik di Kota Bandung.
"Jadi bagaimana lahan-lahan negara ini bisa dikelola untuk perumahan rakyat," ujarnya.
Lebih lanjut, Ara menegaskan bahwa pemanfaatan lahan negara untuk perumahan rakyat merupakan perintah langsung dari Presiden.
"Yang pasti tanah negara itu arahan Presiden Prabowo digunakan untuk kepentingan negara dan rakyat Indonesia," imbuhnya.
324 Unit Target Rampung Juni 2026
Sebagai langkah awal, pemerintah telah memulai pembangunan perumahan di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat, sebanyak sekitar 324 unit. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada 15 Juni 2026.
Siapkan 500 Unit di Jakarta
Selain itu, PT KAI juga tengah menyiapkan tambahan sekitar 500 unit hunian di Jakarta, serta proyek serupa di Bandung yang direncanakan mulai dipersiapkan pada akhir bulan ini.
"Kalau yang di Senen itu akan jadi 15 Juni berarti 2 bulan lagi. Jadi totalnya 824 unit," ujar Menteri Ara.