Prabowo akan Bangun 5.000 Desa Nelayan Lengkap dengan Pabrik Es Batu dan SPBU
Dalam pidato RAPBN 2027, Prabowo menekankan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana pemerintah untuk membangun sebanyak 5.000 desa nelayan sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di pesisir. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Rapat Paripurna DPR RI, yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, pada Rabu (20/5/2026).
Prabowo menekankan pentingnya meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan karena keduanya memiliki peran vital dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
"Kita ingin petani kita tersenyum karena panen cerah. Kita ingin nelayan yang mempertaruhkan nyawa, yang menghasilkan protein, pergi ke laut dengan aman dan mendapatkan tangkapan," ujar Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi oleh nelayan saat ini, termasuk kesulitan dalam memperoleh kebutuhan dasar yang diperlukan untuk mendukung aktivitas melaut.
"Sekarang nelayan kita sulit mendapat es batu, apalagi solar yang mereka butuh. Pemerintah akan intervensi secara besar," katanya.
Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah akan membangun ribuan desa nelayan di berbagai daerah di Indonesia, dengan beberapa program sudah mulai dijalankan tahun ini.
"Kita akan membangun 5.000 desa nelayan. Tahun ini kita resmikan 1.300 desa nelayan," tegasnya.
Instalasi Pembuat Es Batu
Pembangunan desa nelayan ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, termasuk instalasi pembuat es batu dan stasiun pengisian bahan bakar khusus untuk nelayan.
"Kita usahakan nelayan punya es batu. Kita bikin instalasi pembuat es batu di tiap desa nelayan. Kita akan bikin SPBU khusus nelayan di setiap desa nelayan," tambah Prabowo.
Menurut Prabowo, pemberdayaan nelayan sangat penting karena mereka merupakan bagian integral dalam rantai pasok pangan nasional, khususnya sebagai penyedia kebutuhan protein bagi masyarakat Indonesia.