Potensi Tsunami, Warga 10 Daerah Ini Diingatkan BMKG Jauhi Pantai 1 Jam Sebelum hingga 2 Jam Setelah Estimasi
10 daerah itu di Talaud, Kota Gorontalo, Halmahera Utara hingga Raja Ampat, Biak Numfor, Supiori, Sorong, Jayapura dan Sarmi.
BMKG memprediksi 10 daerah Indonesia berpotensi terjadi tsunami akibat gempa di Kamchatka, Rusia, Rabu (30/7) pagi. 10 daerah itu di Talaud, Kota Gorontalo, Halmahera Utara hingga Raja Ampat, Biak Numfor, Supiori, Sorong, Jayapura dan Sarmi.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, peringatan gempa di 10 wilayah itu menyusul ada peringatan tsunami untuk Rusia bagian Timur, Jepang, Alaska, Filipina, Hawaii dan Guam akibat gempa di Kamchatka. Menurut Daryono, tsunami berpotensi terjadi di beberapa wilayah Indonesia dengan status ancaman waspada.
"Tetapi, kami BMKG memiliki pemahaman bahwa setiap kelompok besar yang berada di lingkaran Pasifik dengan kekuatan di atas delapan itu akan sampai ke Indonesia. Maka, BMKG berinisiatif langsung memodelkan tsunami," kata Daryono dalam konferensi pers secara daring, Rabu (30/7).
Daryono mengatakan, wilayah lain berdekatan dengan 10 daerah itu juga diprediksi berpotensi tsunami. Oleh sebab itu kewaspadaan juga harus ditingkatkan.
"Jika waktu-waktu yang sudah kami sampaikan, tetapi merupakan waktu-waktu tiba tsunami, berbasis pemodelan tsunami, maka kami mengimbau kepada masyarakat agar menjauhi pantai setengah jam hingga satu jam sebelum waktu yang kami sebutkan tadi," ujar Daryono.
Ketinggian Tsunami
Berdasarkan hasil monitoring BMKG, menurut Daryono, tsunami akibat gempa di Kamchatka tersebut telah melanda kawasan pasifik seperti di Kusiro Jepang dengan ketingggian 10 centimeter.
Kemudian daerah Hanasaki dengan ketinggian tsunami 30 centimeter. Selanjutnya daerah Nikol Skor Rusia dengan ketinggian air mencapai 30 centimeter, daerah Ofunato dengan ketinggian 40 centimeter dan di Petropaviosk Rusia dengan ketinggian air 10 centimeter.
"Kemudian hasil monitoring aktivitas aftershock yang berhasil dipantau oleh BMKG hingga pukul 10.40 Wib tadi kita sudah menetapkan 18 kali aktivitas gempa susulan di Kamchatka dan sekitarnya dengan magnitudo terbesar 6,9 dan terkecil 5,5," ujar Daryono.
Menurut Daryono, gempa tersebut menjadi waspada dan pentingnya memiliki kesiapan serta selamat terhadap tsunami. Kendati demikian, Daryono menegaskan yang paling utama adalah perlunya sikap tenang dan waspada.
"Waspada, kita perlu menjauhi pantai. Tidak perlu menjauhi, tidak naik gunung tinggi atau kemudian, tapi cukup menjauhi pantai. Dan fokus khusus untuk yang bermukim di pantai-pantai yang sangat sempit bentuk pantainya atau berbentuk corong atau berbentuk teluk, maka perlu untuk menjauhi kawasan tersebut lebih jauh," kata dia.
Karena amplifikasi tsunami berpotensi terjadi di kawasan lokal tersebut, Daryono mengatakan, BMKG akan mengupdate informasi pengakhiran tsunami sekitar lebih dari 2 jam dari status ancaman waktu tiba telah disampaikan ke publik.
Oleh karena itu, meskipun sudah berupaya menyelamatkan diri menjauhi pantai, masyarakat diminta tidak perlu takut berlebihan atau cemas berlebihan.
"Namun, jika ada hal khusus yang mungkin terjadi itu di luar dari estimasi kami. Sehingga, penting untuk mengupayakan kewaspadaan di kawasan-kawasan pantai yang berbentuk teluk dan corong," pungkasnya.