Polres Bekasi Bikin Posko Informasi Kecelakaan Kereta, Ini Daftar 10 Rumah Sakit Merawat Korban
Polres Metro Bekasi telah mendirikan posko informasi di RS dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, untuk memberikan informasi terkait korban kecelakaan kereta.
Polres Metro Bekasi mendirikan posko informasi di RS dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi. Posko itu didirikan menindaklanjuti kecelakaan kereta KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (27/4) malam.
Sebagaimana dilansir dari Liputan6.com di lokasi, kepolisian mengumumkan daftar nama korban di depan pintu masuk RSUD Bekasi.
Tercatat ada sepuluh rumah sakit ditunjuk sebagai rujukan untuk merawat para korban. RSUD Bekasi menjadi rumah sakit paling banyak menampung korban, dengan jumlah 50 orang mengalami luka-luka dan tiga orang dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, sembilan rumah sakit lainnya terlibat dalam penanganan kasus ini adalah RS Bella Bekasi, RS Bhakti Kartini, RS Mitra Keluarga Belasi Timur, RS Hermina Bekasi Marga Jaya Kabupaten Bekasi, RS Mitra Plumbon Bitung, RS Mitra Barat, RS Primaya Bekasi Timur, RS Siloam Bekasi Timur 2, dan RSUD Kabupaten Bekasi.
Posko ini berfungsi sebagai pusat informasi bagi keluarga dan kerabat korban yang terus berdatangan ke RSUD Bekasi untuk mencari tahu perkembangan mengenai orang-orang terdekat mereka.
Prabowo Kunjungi Korban
Presiden Prabowo Subianto mengunjungi para korban kecelakaan kereta api dirawat di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, pada Selasa (28/4). Dalam kunjungannya, Prabowo berbincang dengan salah satu korban yang sedang menjalani perawatan.
Menurut informasi dari Sekretariat Presiden, Prabowo tiba di rumah sakit tersebut sekitar pukul 08.39 WIB, didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Setelah tiba, Prabowo langsung menuju poli bedah dan melanjutkan perjalanan ke ruang perawatan Bougenville. Di sana, Prabowo berinteraksi dengan korban yang tengah dirawat dan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Prabowo juga menginstruksikan agar semua korban luka mendapatkan perawatan yang optimal hingga mereka pulih. Selain itu, Prabowo menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
"Saya hari ini datang ke rumah sakit Bekasi, tentunya kita semua prihatin, kaget dengan kecelakaan yang telah terjadi. Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi, atas nama pemerintah, kita segera akan mengadakan investigasi kejadiannya bagaimana, tapi secara garis besar memang kita perhatikan lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak dijaga ya. Kita segera akan atasi," ujar Prabowo kepada wartawan usai menjenguk korban, Selasa (28/4).
Data Korban dan Tempat Perawatan
Data mengenai korban kecelakaan kereta per Selasa, 28 Mei, pukul 10.45 WIB menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Di RSUD Kota Bekasi, tercatat 50 orang mengalami luka dan 3 orang meninggal dunia. Sementara itu, di RS Bella Bekasi, terdapat 4 orang yang mengalami luka dan 1 orang dinyatakan meninggal. Di RS Bhakti Kartini, informasi lebih lanjut mengenai jumlah korban belum tersedia.
Di RS Mitra Keluarga Belasi Timur, dilaporkan ada 1 orang yang mengalami luka. RS Hermina Bekasi Marga Jaya di Kabupaten Bekasi melaporkan 5 orang terluka dan 1 orang meninggal dunia. Di RS Mitra Plumbon Cibitung, 4 orang mengalami luka, di mana 1 di antaranya sudah pulang. RS Mitra Barat juga mencatat 2 orang yang mengalami luka, dan keduanya sudah diperbolehkan pulang.
Selanjutnya, RS Primaya Bekasi Timur melaporkan 10 orang mengalami luka. RS Siloam Bekasi Timur 2 melaporkan 2 orang yang juga mengalami luka. Terakhir, di RSUD Kabupaten Bekasi, terdapat 1 orang yang mengalami luka. Data ini menggambarkan dampak serius dari kecelakaan tersebut dan perlunya perhatian lebih lanjut dari pihak berwenang.