Polisi periksa 19 orang terkait ledakan Gereja Oikumene
Kepolisian masih menyelidiki ledakan bom di Gereja Oikumene, Jalan Cipto Mangunkusumo, Samarinda, Kalimantan Timur. Hingga hari ini, tidak kurang 19 orang diperiksa terkait dugaan keterlibatan dalam peledakan bom tersebut dan hubungannya dengan pelaku peledakan, Johanda (33).
Kepolisian masih menyelidiki ledakan bom di Gereja Oikumene, Jalan Cipto Mangunkusumo, Samarinda, Kalimantan Timur. Hingga hari ini, tidak kurang 19 orang diperiksa terkait dugaan keterlibatan dalam peledakan bom tersebut dan hubungannya dengan pelaku peledakan, Johanda (33).
"Kita masih periksa dan identifikasi lanjutan. Pengawasan yang kita gelar tidak boleh disampaikan, karena itu upaya tertutup," kata Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Safaruddin di Samarinda, Senin (14/11).
Belum diketahui pasti jenis bom digunakan Johanda sekaligus pelaku residivis peledakan bom buku tahun 2011 lalu. "Jenis bom masih diselidiki ya," ujarnya.
"Terkait peristiwa itu, diamankan 1 orang. Saksi ada 19 orang yang menjalani pemeriksaan," ungkap Safaruddin.
Setelah ledakan, Safaruddin meminta masyarakat Kalimantan Timur tidak khawatir dengan ancaman teror. Safaruddin memastikan, Kalimantan Timur kondusif, dan aparat akan terus menjaga kondusifitas Kaltim.
"Kaltim aman dan kondusif, tidak ada rasa takut. Jelang natal, kita lakukan operasi. Pokoknya, kita berikan pengamanan maksimal," terangnya.
Kedatangan Safaruddin di Samarinda untuk menemui para Muspida, membahas situasi terkini pascaledakan bom di Gereja Oikumene. Ledakan bom menjadi atensi khusus lantaran telah menewaskan seorang balita pagi tadi, IM berusia 2,5 tahun.
Baca juga:
Ledakan gereja di Samarinda, Polda Metro perketat jaga tempat ibadah
Ledakan bom di Gereja Oikumene bentuk teror keberagaman di Indonesia
Selama tiga hari Johanda merakit bom di rumah dekat Gereja Oikumene
Densus 88 tangkap 15 orang diduga terlibat bom Gereja Oikumene
Polri janji usut tuntas kasus bom gereja Oikemene
Johanda dikabarkan sudah lama diawasi intelijen