Johanda dikabarkan sudah lama diawasi intelijen
Merdeka.com - Sebelum beraksi, Johanda (33) pelaku peledakan bom di halaman Gereja Oikumene, Jalan Cipto Mangunkusumo, Samarinda, Kalimantan Timur, dalam pengawasan intelijen Polri dan TNI.
Sekitar pukul 14.15 WITA siang ini, merdeka.com mencoba menyambangi masjid yang sering menjadi lokasi berkumpul Johanda dengan sejumlah orang. Lokasinya berjarak kurang dari 150 meter dari Gereja Oikumene.
Tak jauh dari sana, terdapat tempat tinggal Johanda, bersama seorang rekannya. Lokasi tinggal itu, kini dipasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.
"Sering ngumpul di masjid sini, malam sampai tengah malam. Banyak yang ngumpul, kalau saya lihat motor yang diparkir," kata tetangga sebelah masjid, yang meminta namanya tidak dimuat, saat berbincang bersama merdeka.com, Senin (14/11).
Kemarin polisi menggeledah lokasi setempat, dan mengamankan sejumlah barang dari sana. Johanda memang dikenal sebagai marbot, selain berjualan ikan nila.
"Aktivitasnya tertutup, saya yang tinggal di sebelah saja tidak tahu bicara apa kalau lagi ngumpul begitu, padahal saya bersebelahan," ujar warga itu lagi.
"Kita tidak hiraukan. Ada intel juga tanya-tanya. Ada dari Polda, Korem (Korem 091 ASN) dan Poltesta, terus memantau. Mungkin belum ada bukti, terus memantau saja," tambahnya.
Ditemui merdeka.com terpisah, ketua RT 04 kelurahan Sengkotek kecamatan Loa Janan Ilir Abdul Malik mengatakan, dari informasi Densus 88 antiteror, dia sudah mengetahui Johanda adalah residivis peledakan bom.
"Kita ragu, mantan kasus peledakan bom. Sudah, sudah dipantau intel. Cuma kan belum ada bukti untuk bisa menangkapnya. Yang jelas, mereka bukan warga RT 04 karena tidak pernah laporan," kata Malik.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya