Polisi Amankan 2 Pelaku Pemukulan Waketum PSI Bro Ron
Ronald sebagai korban menjelaskan insiden tersebut terjadi ketika dirinya mendampingi 15 karyawan PT SKS di kantor firma hukum Michael, Putra, and Partners.
Polisi mengamankan dua orang pelaku pemukulan terhadap Wakil Ketua Umum PSI, Ronald Aristone Sinaga atau akrab disapa Bro Ron. Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, menyebut bahwa Ronald sudah melaporkan insiden tersebut kepada polisi.
"Benar ada kejadian seperti di Video. Pak Ronald sudah membuat Laporan Polisi dan sudah kami antarkan untuk di visum serta diminta keterangan," ujar Braiel dalam keterangannya, Selasa (5/5).
Dia menambahkan, polisi juga telah mengamankan dua orang pelaku ke Polsek Metro Menteng untuk proses lebih lanjut.
"Sudah kami amankan di Polsek untuk di proses lanjut," ungkap dia.
Sementara itu, Ronald sebagai korban menjelaskan insiden tersebut terjadi ketika dirinya mendampingi 15 karyawan PT SKS di kantor firma hukum Michael, Putra, and Partners (MPP) di Jalan Soeroso, Menteng, Jakarta Pusat.
"Kenapa ajak saya? Karena pimpinan kantor hukum Michael, Putra & Partners (MPP) ini adalah mantan partner saya tahun lalu dan saya diminta bantu mediasi," kata Ronald saat dikonfirmasi, Selasa (5/5).
Dia menjelaskan, sewaktu karyawan PT. SKS audiensi di kantor MPP, datang tiga orang tidak dikenal sekitar pukul 18.00. Mereka mengaku sebagai pihak keamanan kantor dan meminta mereka keluar dari gedung.
Cekcok
Kemudian, terjadi cekcok tiga orang tersebut dengan karyawan SKS dan Ronald. Orang tersebut sempat berhasil dipukul mundur oleh anggota Polsek Menteng.
"Dipukul mundur maksudnya dikawal turun melalui lift, entah diusir atau dikawal sampai lobi gedung," ujar dia.
Bro Ron Sebut Pelaku Sengaja Buat Onar
Namun, 15 menit kemudian orang tersebut kembali ke lantai 4 dan kembali terjadi cekcok. Hanya sekitar 10 detik mereka muncul dari tanggal, terjadilah insiden pemukulan tersebut.
"Kesimpulannya, setelah dikawal oleh anggota Polsek turun ke bawah, mereka sengaja naik kembali untuk membuat onar," ungkap Ronald.
Ronald menjelaskan, kehadiran dirinya bersama 15 orang karyawan PT SKS untuk audiensi terkait gaji karyawan dan operasional yang dikelola oleh pimpinan MPP.