Polda Kalsel Gelar Gerakan Pangan Murah, Salurkan Lebih dari 6 Ton Beras SPHP, Harga Jauh Lebih Hemat!
Gerakan Pangan Murah Polda Kalsel berhasil menyalurkan 6 ton lebih beras SPHP dengan harga terjangkau, membantu stabilisasi harga dan meringankan beban masyarakat. Simak detailnya!
Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) baru-baru ini sukses menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Banjarmasin. Acara ini berlangsung di kawasan Car Free Day, dekat Masjid Raya Sabilal Muhtadin, pada Minggu lalu, menarik antusiasme tinggi dari masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Polda Kalsel menyalurkan lebih dari enam ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga yang sangat kompetitif. Beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual seharga Rp56.500, jauh di bawah harga pasar yang bisa mencapai Rp65.000 per kemasan.
Selain beras, GPM juga menyediakan komoditas penting lainnya seperti gula dan minyak goreng, semuanya dengan harga yang lebih terjangkau. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polri untuk membantu stabilisasi harga pangan dan meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah kenaikan harga bahan pokok.
Upaya Stabilisasi Harga dan Distribusi Pangan
Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu mekanisme efektif yang digunakan Satgas Pangan Polda Kalsel untuk mendistribusikan bahan pokok kepada masyarakat. Kasubdit 1 Industri dan Perdagangan (Indagsi) Ditreskrimsus Polda Kalsel, AKBP Zaenal Arifien, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengawal penyaluran beras SPHP dengan harga murah.
"Selain beras SPHP terjual 6.250 kilogram, ada juga gula terjual 120 kg dan minyak goreng 250 liter," kata AKBP Zaenal Arifien di Banjarmasin, Minggu. Beliau menambahkan bahwa target Bulog untuk penyaluran beras SPHP di Kalsel pada tahun 2025 mencapai 4.700 ton, dan GPM ini mendukung pencapaian target tersebut.
Harga yang ditawarkan dalam Gerakan Pangan Murah ini memang sangat menarik bagi warga. Sebagai contoh, MinyaKita kemasan 1 liter hanya dijual Rp15.000 dan gula pasir premium kemasan 1 kilogram seharga Rp17.500. Harga-harga ini jauh lebih rendah dibandingkan harga eceran tertinggi (HET) di pasaran, sehingga sangat membantu masyarakat.
Antusiasme Masyarakat dan Edukasi Siber
Masyarakat Banjarmasin menyambut Gerakan Pangan Murah ini dengan sangat antusias, mengingat harga bahan pokok di pasaran yang cenderung terus meningkat. Banyak warga merasa terbantu dengan adanya program ini yang meringankan beban pengeluaran rumah tangga mereka.
"Kami menyasar lokasi keramaian masyarakat agar pembelinya banyak dan akhirnya beras bisa terserap maksimal," jelas Zaenal, didampingi Kabag Bin Opsnal Ditreskrimsus Polda Kalsel AKBP Suprapto. Hal ini menunjukkan strategi Polda Kalsel untuk memaksimalkan dampak positif GPM.
Selain penjualan pangan, kesempatan GPM di kawasan bebas kendaraan ini juga dimanfaatkan untuk kegiatan edukasi. Kasubdit Siber Ditreskrimsus Polda Kalsel AKBP Arif Mansyur dan timnya membagikan 1.000 stiker edukasi mengenai berbagai kejahatan siber. Edukasi ini mencakup bahaya judi online, pinjaman online ilegal, hingga hoaks, ditujukan kepada masyarakat yang beraktivitas olahraga.
Seorang warga bernama Fatma Sari mengungkapkan rasa terima kasihnya. "Kami sangat berterima kasih kepada Polda Kalsel, semoga gerakan pangan murah ini terus dilaksanakan di berbagai tempat yang mudah dikunjungi," ucapnya, mewakili harapan banyak warga agar program Gerakan Pangan Murah Polda Kalsel dapat terus berlanjut.
Sumber: AntaraNews