Pocong Keliling Bikin Resah, Polisi Tingkatkan Patroli hingga Tangkap Tiga Konten Kreator
Polisi menyatakan akan turun tangan apabila aksi tersebut terbukti mengandung unsur tindak pidana atau meresahkan masyarakat.
Fenomena pocong keliling yang ramai diperbincangkan di media sosial dan terjadi di sejumlah wilayah, termasuk kawasan hukum Polda Metro Jaya, mendapat perhatian aparat kepolisian.
Polisi menyatakan akan turun tangan apabila aksi tersebut terbukti mengandung unsur tindak pidana atau meresahkan masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menanggapi maraknya aksi pocong keliling yang belakangan viral di tengah masyarakat.
Iman mengaku, bakal memperkuat edukasi ke masyarakat agar lebih peka terhadap lingkungan sekitar.
"Tentunya di dalam mitigasi fenomena pocong ini kita juga harus mengedukasi masyarakat untuk lebih peka dengan lingkungan," ujar dia.
"Kami dalam hal ini akan melakukan langkah-langkah antisipatif di samping mengedukasi masyarakat untuk melakukan upaya yang bersifat preventif dengan adanya fenomena pocong ini," sambungnya.
Akan Langsung Bertindak
Namun, Iman menegaskan akan langsung bertindak bilamana fenomena pocong sudah masuk ranah pidana.
"Namun demikian, apabila di dalam fenomena pocong ini terdapat dugaan tindak pidana, baik itu berupa pencurian ataupun mungkin melakukan pengancaman dengan menggunakan senjata tajam atau mungkin melakukan upaya-upaya atau tindak pidana yang lainnya, kami juga akan melakukan penegakan hukum tanpa pandang bulu," ujarnya.
Pocong Keliling Duduk di Teras Rumah Warga
Dalam postingan salah satu akun media soal, adanya sosok mirip atau menyerupai pocong tengah duduk di teras rumah salah satu warga di kawasan Jatijajar, Depok, Jawa Barat.
Dalam akun @depok24 jam, kejadian yang diposting beberapa hari lalu itu disebutkan terjadi pada dini hari sekira pukul 01.00 Wib.
"Warga Jalan Al Ikhlas, Jatijajar, Tapos, Depok mendadak dibuat heboh dengan penampakan sesosok menyerupai pocong yang duduk termenung di teras rumah warga pada dini hari (sekitar pukul 01.00 Wib)," tulis akun @depok24jam.
Ketok Kaca Pakai Celurit
Kemudian, ada juga video yang beredar memperlihatkan adanya pocong keliling tengah mengetuk kaca atau jendela rumah warga dengan menggunakan senjata tajam celurit secara berkali-kali. Namun, belum diketahui pasti kejadian itu terjadi dimana.
Polda Banten soal Fenomena Pocong
Selain itu, dengan adanya fenomena pocong keliling ini ternyata juga membuat Polda Banten langsung perketat patroli keamanan.
Apa yang dilakukan ini untuk mengantisipasi potensi tindak kejahatan yang memanfaatkan keresahan masyarakat terkait isu kemunculan pocong keliling tersebut.
Meski memperketat patroli keamanan, Hengki mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun video yang belum diketahui kebenarannya.
Ia menegaskan, isu pocong palsu yang beredar luas di media sosial tersebut dipastikan tidak benar.
"Kami tidak ingin keresahan masyarakat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan aksi kejahatan seperti pencurian, perampokan, maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) lainnya. Karena itu, kami meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan lingkungan," ujar Kapolda di Serang, Senin (25/5/2026) seperti dikutip dari Antara.
Amankan Pembuat Konten Horor Mirip Pocong
Ramainya fenomena pocong keliling, Kepolisian Resor Kediri, Jawa Timur ternyata mengamankan tiga orang di wilayah Kabupaten Kediri. Penangkapan ini terkait dengan pembuatan konten horor yang menyerupai pocong dan telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat melalui media sosial.
Tindakan cepat aparat kepolisian dilakukan setelah menerima berbagai laporan mengenai aktivitas yang mengganggu ketenteraman publik.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kediri, AKP Joshua Peter Krisnawan, menjelaskan, penangkapan ini merupakan respons terhadap laporan warga yang merasa terganggu.
Sosok menyerupai pocong yang muncul di tepi jalan sempat membuat warga resah sebelum akhirnya diamankan. Motif awal para pelaku adalah mencari sensasi dan popularitas di media sosial.
Hingga saat ini, ketiga individu tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami peran masing-masing dalam pembuatan konten tersebut. Polisi belum menetapkan status tersangka dalam kasus ini, mengingat proses penyelidikan masih berlangsung. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
Penangkapan dan Motif di Balik Konten Horor Kediri
Polres Kediri bergerak cepat setelah menerima laporan mengenai kemunculan sosok mirip pocong yang meresahkan. AKP Joshua Peter Krisnawan menyatakan bahwa penangkapan tiga orang ini merupakan langkah preventif untuk menjaga ketertiban umum. Mereka diamankan karena membuat Konten Horor Kediri yang viral dan memicu kekhawatiran di masyarakat.
Dari hasil pemeriksaan awal, terungkap bahwa motif utama para pelaku adalah untuk mencari sensasi dan meningkatkan popularitas di platform media sosial. Mereka terinspirasi oleh tren serupa yang sebelumnya sempat viral di daerah lain. Fenomena ini menunjukkan adanya kecenderungan sebagian individu untuk melakukan tindakan ekstrem demi mendapatkan perhatian publik.