PKK Lampung Gandeng APJI Awasi Mutu Makanan Program Makan Bergizi Gratis
Ketua TP PKK Lampung mengajak APJI untuk bersama mengawasi mutu makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah demi memastikan gizi dan higienitas.
Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Purnama Wulan Sari mengajak Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Provinsi Lampung untuk berkolaborasi. Ajakan ini bertujuan mengawasi mutu makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan bagi anak sekolah di Bandarlampung. Kolaborasi ini diharapkan dapat memastikan standar gizi dan higienitas makanan yang disalurkan.
Purnama Wulan Sari menekankan pentingnya perhatian khusus terhadap program Makan Bergizi Gratis, terutama menyangkut standar gizi dan kebersihan. Ia melihat APJI memiliki peran strategis dalam menyukseskan program pemerintah ini. Pembinaan kepada dapur-dapur penyedia layanan MBG menjadi kunci utama untuk meminimalisir keluhan masyarakat.
APJI diharapkan dapat memberikan pembinaan komprehensif sebelum program Makan Bergizi Gratis diimplementasikan secara luas. Hal ini sangat krusial mengingat makanan yang disajikan akan dikonsumsi oleh anak-anak, para penerus bangsa. Oleh karena itu, makanan harus bergizi seimbang dan kebersihannya terjaga optimal.
Peran APJI dalam Pengawasan Mutu Makanan MBG
Ketua TP PKK Lampung, Purnama Wulan Sari, secara spesifik meminta APJI untuk terlibat aktif dalam pengawasan mutu makanan program Makan Bergizi Gratis. Keterlibatan ini mencakup aspek standar gizi dan higienitas yang ketat. Pembinaan dari APJI diharapkan dapat meningkatkan kualitas dapur-dapur penyedia layanan MBG.
APJI memiliki pengalaman dan keahlian dalam bidang jasa boga, menjadikannya mitra ideal untuk program ini. Pembinaan yang diberikan akan membantu memastikan bahwa setiap hidangan yang disajikan memenuhi standar kesehatan. Ini adalah langkah proaktif untuk melindungi kesehatan anak-anak sekolah yang menjadi sasaran program.
Kolaborasi antara PKK dan APJI ini merupakan upaya konkret pemerintah daerah untuk menjamin keberhasilan program MBG. Dengan adanya pengawasan dan pembinaan yang terstruktur, diharapkan tidak ada komplain terkait kualitas makanan. Hal ini sekaligus mendukung tujuan program untuk meningkatkan gizi anak-anak di Lampung.
Pengembangan UMKM Kuliner dan Daya Saing Produk Lokal
Selain fokus pada program MBG, Purnama Wulan Sari juga menyoroti potensi besar UMKM di sektor kuliner Lampung yang tumbuh pesat. Ia berharap APJI dapat membimbing para pelaku usaha mikro ini. Tujuannya adalah agar produk-produk mereka memiliki daya saing berkelanjutan dan tidak hanya sekadar tren sesaat.
APJI diharapkan mampu memberikan pembinaan menyeluruh kepada UMKM, mulai dari inovasi produk hingga pengemasan yang menarik. Dengan demikian, produk lokal khas Lampung seperti olahan pisang, kopi, dan kakao dapat menembus pasar nasional. Bahkan, diharapkan produk-produk ini memiliki potensi untuk diekspor ke mancanegara.
Sektor jasa boga memiliki peran strategis dalam menopang pariwisata Lampung yang kaya akan destinasi alam. Sinergi antara wisata alam dan kuliner akan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan. Ini juga membuka lapangan kerja yang luas, khususnya bagi perempuan di Lampung, meningkatkan pemberdayaan ekonomi mereka.
Komitmen APJI untuk Kualitas dan Higienitas
Ketua DPD APJI Lampung, Yunnatan Wijaya, menegaskan komitmen organisasinya untuk menyukseskan program MBG. APJI siap mendukung penuh, terutama dalam pengelolaan dapur agar mutu makanan yang disalurkan ke anak-anak tetap terjamin dan higienis. Ini menunjukkan keseriusan APJI dalam menjaga kualitas pangan.
Dalam mendukung program MBG, APJI juga bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Boga Indonesia. Setiap anggota APJI telah dibekali sertifikasi BNSP, mencakup keamanan pangan hingga manajerial katering. Ini memastikan bahwa tenaga ahli yang terlibat memiliki kompetensi yang diakui secara nasional.
APJI siap mendampingi dapur-dapur penyedia Makan Bergizi Gratis dalam berbagai aspek. Pendampingan tersebut meliputi manajerial katering, teknik pengolahan masakan dalam jumlah besar yang aman dikonsumsi, serta penyusunan siklus menu variatif yang sesuai anggaran pemerintah. Langkah ini diperkuat dengan program APJI Go to School dan pelatihan bagi juru masak untuk meningkatkan standar di industri kuliner Lampung.
Sumber: AntaraNews