Pimpinan DPR desak Bareskrim usut kasus pemukulan staf oleh Masinton
"Memang bisanya yang merekrut staf itu anggota DPR dan pasti memiliki kedekatan emosional dengan stafnya," tegas Agus.
Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mendesak Bareskrim dan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) mengungkapkan kasus pemukulan staf DPR, Dita Aditya Ismawati (27) oleh diduga politisi PDIP, Masinton Pasaribu. Keterangan yang berbeda antara Dita dan Masinton, kata dia harus diungkap kepada fakta yang sebenarnya.
"Biar keduanya (Bareskrim dan MKD) jalan baik kita harus dukung dan mendorong untuk mengungkap kebenarannya," ujar Agus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/1).
Menurut dia, peristiwa itu tak lepas dari faktor perekrutan anggota staf DPR sendiri. Jika anggota DPR mempunyai staf dari partai yang sama atau minimal dikenalnya lebih dahulu maka akan terjadi ikatan emosional yang kuat antara ia dan stafnya. Namun, jika diluar itu maka akan terjadi hal-hal yang mungkin bisa saja terjadi.
"Memang bisanya yang merekrut staf itu anggota DPR dan pasti memiliki kedekatan emosional dengan stafnya. Atau stafnya dari partai yang sama. Kalau dari partai lain kan bisa kurang baik. Dan itu yang saya lihat pada Pak Masinton, lama-lama jadi blunder," jelas dia.
Saat ditanya apakah perlu ada aturan kerja bagi staff DPR, Agus mengatakan perlu dibahas dan memberikan pemahaman yang sebanyak-banyaknya kepada anggota dan staff tentang aturan lain yang harus ditaati.
"Intinya harus memberikan masukan yang sebanyak-banyaknya kepada anggota dewan dan staff. Harus memberikan informasi semuanya," tutup dia.
Baca juga:
Dita kembali serang Masinton umbar fakta-fakta baru
LBH Apik sebut Masinton sudah 2 kali aniaya Dita
Fraksi NasDem: Singgung Surya Paloh, Masinton sudah minta maaf
Jadi korban penganiayaan, Dita bakal segera diperiksa Bareskrim
LBH Apik minta MKD beri sanksi tegas Masinton
LBH Apik adukan Masinton ke MKD terkait penganiayaan staf ahli