Dita kembali serang Masinton umbar fakta-fakta baru
Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu tengah ramai diperbincangkan. Namanya mencuat setelah dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh seorang staf ahli, Dita Aditia (27). Dalam laporan itu, Dita mengaku dianiaya Masinton.
Dita tidak hanya melapor ke Bareskrim. Dia juga meminta bantuan kepada Komnas HAM dan LBH Apik. Bantuan itu dirasa perlu lantaran dirinya melaporkan seorang pejabat publik.
Melalui LBH Apik, Dita juga melaporkan dugaan penganiayaan dilakukan Masinton itu ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR, Selasa (2/2) kemarin. Sebab, ini berkaitan dengan etika politisi PDIP itu sebagai anggota dewan.
Dita tak diikutsertakan dalam pengaduan ini. LBH Apik hanya membawa map kuning berisi laporan pengaduan, kronologi kasus, foto korban dan syarat administrasi.
Meski begitu, banyak keterangan baru terkait penganiayaan diungkapkan Dita melalui LBH Apik. Berikut serangan baru Dita buat Masinton, Rabu (3/2):
Dua kali lakukan kekerasan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDirektur LBH APIK, Ratna Bantara Mukti mengungkapkan, kasus penganiayaan terhadap Dita yang terjadi pada 21 Januari 2016 lalu adalah yang kedua.Perlakuan yang sama juga terjadi pada Dita per tanggal 17 November 2015 lalu. Alasan inilah yang membuat Dita tak tahan dan melaporkan Masinton ke Bareskrim dan mengadukannya ke LBH Apik untuk mendapat perlindungan. "Karena kejadian yang berulang bisa terjadi lagi kekerasan," kata Ratna, Selasa (2/2).
Masinton temui orangtua Dita
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBerbagai cara dilakukan politisi PDIP, Masinton Pasaribu untuk menutup kasus penganiayaan kepada Dita Aditya Ismawati (27). Masinton disebutkan pernah menemui ibu Dita untuk membahas agar apa yang terjadi atas Dita tak dibocorkan. "Dia (Masinton) mendekati ibunya supaya tidak membuat ramai. Tapi ini sudah yang kedua kali, jadi sudah tepat dilaporkan," ujar Direktur LBH APIK, Ratna Bantara Mukti, Selasa (2/2).
Laporan MKD cukup bukti
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPerwakilan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Apik, Ratna, meminta Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) memberikan sanksi tegas kepada anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu. Ini menyusul adanya laporan Dita Aditya Ismawati (27), seorang staf ahli yang mengaku dipukul Masinton."Kami laporkan dan semoga memberikan sanksi tegas bagi pelaku," kata Ratna usai membuat laporan ke MKD di Senayan, Jakarta, Selasa (2/2). Menurut Ratna, pangkuan Dita ke LBH Apik sudah menjadi cukup bukti agar Masinton segera disidangkan MKD. "Sesuai dengan proses untuk menindak anggota DPR memang melanggar kode etik, melakukan penganiayaan kepada korban," jelas dia. Adapun kondisi Dita saat ini, kata dia, tengah mengalami trauma berat akibat penganiayaan. "Korban cukup trauma jadi ini bukti sudah ada," pungkas dia.
Sebut Masinton protektif
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDirektur LBH APIK, Ratna Bantara Mukti mengaku Masinton kerap protektif terhadap Dita. Hal inilah yang menjadi pemicu pemukulan itu dilakukan Masinton kepada Dita. "Jadi motifnya antara pelaku dan korban memang ada proteksi, jadi tidak boleh pulang malam dan interogasi dengan emosi. Jadi memang selalu dipertanyakan kalau melakukan komunikasi dengan teman-temannya," kata Ratna, Selasa (2/2).
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya