Petani di Balangan resah diserang ulat tentara
Disebut ulat tentara karena kepalanya sebesar batang korek api tersebut tampak seperti memakai helm tentara.
Kalangan petani sawah di Kecamatan Awayan dan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, belakangan ini kebingungan menghadapi serangan ribuan ulat terhadap tanaman padi mereka. Tanaman padi mereka habis diserang ulat tentara
"Kami benar-benar kebingungan menghadapi hama baru yang tak pernah ditemukan sebelumnya yang kami sebut sebagai ulat tentara," kata Ikip (35) petani Desa Panggung di wilayah tersebut, seperti dikutip dari Antara, Rabu (2/4).
Menurut Ikip, hama itu disebut sebagai ulat tentara karena kepala ulat sebesar batang korek api tersebut tampak seperti memakai helm tentara, dan serangan segerombolan ulat ini persis serangan tentara, artinya dilakukan per kawasan.
"Hama baru ini menyerang sampai habis dulu tanaman padi sebuah kawasan persawahan, setelah itu baru berpindah ke kawasan lain. serangannya sangat cepat, hanya satu malam satu kawasan padi di sawah sudah ludes," kata Ikip yang dibenarkan temannya Amrullah.
Menurut mereka, ulat yang baru pertama kali menyerang tanaman padi di wilayah tersebut susah dibasmi walau sudah disemprot dengan pestisida tetapi mereka susah mati, karena walau disemprot memang ada satu dua ekor yang mati tetapi yang lainnya begitu banyak masih menyerang tanaman padi.
Oleh karena itu, beberapa sawah milik warga sudah tak bisa diharapkan lagi bisa panen karena tanaman padi hanya tinggal batang, sebab dedaunan sudah ludes hingga ke pucuk.
Banyak petani setelah tanaman padi terserang hama ini kemudian seluruh tanaman di babat dan akan ditanami lagi dengan bibit baru, setelah hama ini sudah tak terlihat lagi.
Para petani di dua kecamatan ini mengharapkan bantuan pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian setempat untuk membasmi hama yang baru dikenal tersebut, sebab tanpa adanya penanganan jangan diharapkan wilayah ini akan menghasilkan cadangan pangan.
Baca juga:
Produksi beras medium 8 juta ton, pemerintah janji tak impor
Usai kedelai, kini giliran kakao bebas bea masuk impor
Mendag jalankan resi gudang untuk cabe dan bawang merah
Kemendag segera pasang papan harga di 133 pasar induk Indonesia
CPO dihambat beredar, RI siap gugat Eropa