Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Produksi beras medium 8 juta ton, pemerintah janji tak impor

Produksi beras medium 8 juta ton, pemerintah janji tak impor beras. shutterstock

Merdeka.com - Kementerian Pertanian meyakini produksi padi di panen raya tahun ini akan surplus. Oleh sebab itu, untuk komoditas beras medium, dijanjikan tak ada impor.

"Padi, saya bilang optimis surplus 8 juta ton. Jadi tidak ada ada impor di tahun 2014, tapi untuk beras medium loh ya," kata Wakil Menteri Pertanian Rusman Hariawan di Jakarta, Jumat (28/3).

Impor untuk beras premium tetap akan dibuka, lantaran jenis padi seperti Thai Hom Mali tidak bisa tumbuh di Indonesia. Sampai sekarang, Kementan belum membuka keran pendaftaran importir, karena ada aturan baru mewajibkan pengusaha yang ingin mendatangkan beras premium harus mengurus status importir terdaftar (IT).

Di sisi lain, komoditas yang masih akan impor adalah kedelai. Rusman menjelaskan, tahun ini sebenarnya gairah menanam bahan baku tempe itu sedang tinggi karena cuaca tak lagi kemarau. Tapi tetap saja, kebutuhan nasional tak sebanding dengan pasokan yang bisa disediakan petani.

"Kalau kedelai kebutuhan kita 2,2 juta ton, kita baru (produksi) 1,5 juta," ungkapnya.

Sapi bakalan juga akan didatangkan 600.000 ekor dari luar negeri sepanjang tahun ini. Sedangkan dari laporan terakhir, jagung akan swasembada sehingga tak perlu ada impor.

Dengan beberapa data itu, Rusman menilai tahun politik tidak menyebabkan kebijakan pertanian mengendor. Pangan masyarakat dia prediksi akan normal.

"Tahun politik, pertanian kita bergairah lah," tandasnya.

(mdk/yud)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP