LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Peserta Muktamar Muhammadiyah dikondisikan agar pilih calon tertentu

Nama-nama itu beredar luas dalam 3 paket itu di kalangan pemilih lewat SMS Whatsap.

2015-08-05 12:07:02
Jakarta
Advertisement

Sejak dua hari lalu beredar tiga paket yang terdiri nama-nama calon ketua sebanyak 13 orang di Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar. 3 Paket itu beredar luas di kalangan pemilih.

Beberapa pemilih yang ditemui merdeka.com, Rabu (5/8) mengaku mengetahui paket-paket calon pimpinan Muhammadiyah dari SMS Whatsapp. Meski nama-nama itu menyebar, beberapa pemilih mengaku tak terpengaruh.

"Paket-paket seperti itu sudah biasa kalau ada pemilihan ketua. Tapi kami tak terpengaruh dengan paket-paket itu. Di Muhammadiyah tak bisa diarahkan," kata Ali, pemilik suara dari Bali.

Ali menjelaskan, biasanya para pemilik suara sudah dikondisikan di wilayah masing-masing nama mana yang akan dipilih. Pada praktiknya, pemilik suara yang menentukan.

"Pimpinan wilayah mengharapkan begini, tapi setiap orang punya calon sendiri," ujarnya.

"Biasanya munculnya paket-paket itu dari Jawa Tengah, Yogya dan Jawa Barat. Karena pemilihnya banyak. Sebelum Muktamar biasanya mereka musyawarah kira-kira siapa yang akan dipilih sebagai ketua Muhammadiyah," imbuhnya.

Pemilih lainnya dari Jawa Tengah juga sama. Dia juga mendapatkan informasi adanya paket-paket calon ketua Muhammadiyah.

"Saya tidak terpengaruh, saya sudah punya calon sendiri," ujar pemilih dari Jawa Tengah yang enggan disebut namanya.

Calon Ketua PP Muhammadiyah Yanuhar Ilyas mengatakan, beredarnya paket-paket berisi 13 nama calon ketua Muhammadiyah dalam Muktamar adalah hal biasa. Namun dia meragukan keasliannya.

"Enggak jelas itu paket-paket yang beredar. Belum tentu pemilih suka," ujarnya kepada merdeka.com.

Baca juga:
Memantau suasana pemilihan Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Perjuangan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah hingga bisa mendunia
Cerita Din sindir kisruh Muktamar NU hingga wacana bikin parpol
Kisah heroik Hasan Samay tarik sumbangan di Muktamar Muhammadiyah
Muktamar Muhammadiyah diharapkan lahirkan Ketua Umum visioner
Tradisi Muhammadiyah dakwah, tak cocok dijadikan partai politik
Haedar Nashir ingin Muhammadiyah tetap jadi ormas dakwah kerakyatan

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.