Pesan Tegas Komandan Brimob ke Anak Buah: Penanganan Massa Tak Harus dengan Kekerasan
Unjuk rasa merupakan aktivitas yang tidak dilarang. Namun, jika aksi tersebut sudah mengarah kepada tindakan pelanggaran hukum, maka akan ditindak.
Komandan Korps Brimob Polri, Komjen Pol. Ramdani Hidayat menegaskan bahwa pendekatan pengamanan massa unjuk rasa tidak lagi menggunakan kekerasan, melainkan pendekatan lebih humanis.
"Penanganan massa sekarang tidak harus dengan kekerasan ya. Kita tunjukan dulu pakai soft power," kata Ramdani di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, dikutip Rabu (22/4).
Ramdani menyebut, Korps Brimob menjadi kekuatan terakhir dalam penanganan massa unjuk rasa. Fungsi Binmas dan Sabhara menjadi lebih dikedepankan.
Adapun pendekatan ini merupakan upaya agar dapat menyamakan persepsi sebenarnya, baik dari tingkat pusat hingga daerah khususnya bagi Korps Brimob.
Selanjutnya, Ramdani menegaskan bahwa PHH bukanlah pasukan huru hara, melainkan pasukan pencegah tindakan anarkis.
Dia membeberkan, unjuk rasa merupakan aktivitas yang tidak dilarang. Namun, jika aksi tersebut sudah mengarah kepada tindakan pelanggaran hukum, maka akan ditindak.
"Kalau unjuk rasanya sih, semua boleh-boleh saja unjuk rasa. Tapi kalau sampai perusakan, pembakaran, kemudian membuat jiwa seseorang terancam, bahkan sampai meninggal dunia, baru kita nanti tindak," ujar Ramdani.
Modernisasi Alat dan Pelatihan
Sesuai arahan Kapolri, menurut Ramdani, setiap anggota Korps Brimob dituntut siap dalam menghadapi segala situasi, termasuk kondisi global dan dampaknya saat ini.
"Dampak dari perang Iran, Israel, sama Amerika, akhirnya berdampak ke seluruh, termasuk dampak kepada kebutuhan pokok, kebutuhan krusial masyarakat," kata Ramdani.
"Bukan masalah naik turunnya harga itu, tapi dampak naik dan turunnya harga itu maka Brimob Polri sangat membutuhkan personel Polri untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan berkaitan dengan permasalahan-permasalahan tersebut," sambungnya.
Menyikapi arahan tersebut, Ramdani menegaskan bahwa pihaknya siap melakukan segala evaluasi dalam setiap kegiatan. Selain itu, upaya modernisasi dan penguatan peralatan, hingga sistem pelatihan juga akan disiapkan.
"Kejadian-kejadian apa pun kita evaluasi dan kita benahi, termasuk penguatan peralatan, modernisasi peralatan, sampai sistem pelatihan. Itu yang kita siapkan semuanya," tandasnya.