Pertama di PTKIN! UIN Jakarta Gelar Wisuda Tahfidz Akbar 180 Mahasiswa, Menag Beri Apresiasi
UIN Jakarta sukses menggelar Wisuda Tahfidz Akbar pertama di PTKIN, mewisuda 180 mahasiswa penghafal Al-Quran, termasuk penyandang disabilitas. Menag Nasaruddin Umar ingatkan pentingnya menjaga hafalan.
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta baru-baru ini mencetak sejarah dengan menggelar Wisuda Tahfidz Akbar yang diinisiasi oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Himpunan Qori dan Qori’ah Al Quran (IQMA). Acara ini menjadi yang pertama kalinya diselenggarakan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia, menandai komitmen kampus dalam melahirkan generasi Qurani.
Sebanyak 180 mahasiswa berhasil diwisuda sebagai penghafal Al-Quran setelah melalui proses seleksi ketat dan pembinaan intensif selama lebih dari dua bulan. Keberhasilan ini mendapat apresiasi langsung dari Menteri Agama Nasaruddin Umar, yang hadir untuk memberikan penghargaan kepada para wisudawan atas dedikasi mereka dalam menghafal kitab suci.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya rasa syukur dan integritas bagi para penghafal Al-Quran, serta mengingatkan untuk selalu menjaga hafalan dari hal-hal yang dapat mengotori hati. Kegiatan Wisuda Tahfidz Akbar UIN Jakarta ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi PTKIN lain untuk terus mengembangkan program serupa.
Pesan Mendalam Menjaga Hafalan Al-Quran
Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan rasa bangganya terhadap para wisudawan. "Banyak orang bercita-cita menjadi hafidz atau hafidzah, tetapi tidak semua diberi karunia itu oleh Allah. Karena itu, saya datang hari ini untuk memberikan penghargaan kepada ananda para penghafal Al Quran," ujarnya, menggarisbawahi keistimewaan anugerah hafalan Al-Quran.
Menag juga mengingatkan bahwa menjaga hafalan adalah tantangan besar yang memerlukan ketekunan. Ia menegaskan agar para penghafal selalu bisa menjaga diri dari dosa-dosa yang dapat mengurangi kemuliaan hafalan. "Bagi penghafal, dosa bisa datang dari rasa malas tadarus, pikiran bengkok, atau hati yang keras. Maka jauhilah dosa itu, karena kalian bukan lagi orang awam, melainkan pilihan Allah SWT," tambahnya.
Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut menekankan pentingnya memahami Al-Quran secara bertahap melalui empat tingkatan Iqra’, mulai dari membaca huruf, memahami makna, menjiwai kandungan, hingga menyelami hakikat terdalam Al-Quran. Ia juga berpesan agar para penghafal tidak menjadikan hafalan sebagai sarana untuk popularitas semata, "Janganlah menghafal Al Quran kalian menjadi artis. Justru itu memanipulasi kesucian Al Quran."
UIN Jakarta Komitmen Cetak Generasi Qurani Berintegritas
Rektor UIN Jakarta, Asep Jahar, mengapresiasi inisiatif UKM IQMA dalam menyelenggarakan Wisuda Tahfidz Akbar UIN Jakarta ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat sejalan dengan misi UIN Jakarta dalam membangun karakter mahasiswa yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak mulia dan berdaya saing global. "UIN Jakarta terus berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan integritas moral," kata Asep.
Asep Jahar berharap kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan di masa mendatang sebagai bagian dari penguatan tradisi keislaman dan pengabdian akademik di UIN Jakarta. Ini menunjukkan bahwa kampus berupaya mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai Al-Quran sebagai ruh pendidikan.
Wakil Rektor Ahmad Tholabi menambahkan bahwa Wisuda Tahfidz Akbar ini merupakan momentum bersejarah bagi UIN Jakarta dan seluruh lingkungan PTKIN. Ia menyoroti proses seleksi ketat yang berhasil menyaring 180 mahasiswa dari 237 pendaftar, melalui pembinaan intensif oleh hafidz dan hakim MTQ tingkat nasional dan internasional.
Secara khusus, Ahmad Tholabi memberikan apresiasi kepada dua mahasiswa penyandang disabilitas, tunanetra dan tunadaksa, yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz. "Ini menunjukkan bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi semangat mencintai Al Quran," pungkasnya, menegaskan bahwa semangat menghafal Al-Quran dapat melampaui segala keterbatasan.
Sumber: AntaraNews