Perpusnas Luncurkan Program Bakti Perpusnas, Dorong ASN Perkuat Budaya Baca Masyarakat
Perpustakaan Nasional (Perpusnas) resmi meluncurkan Program Bakti Perpusnas, sebuah inisiatif untuk mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) terjun langsung ke masyarakat. Program Bakti Perpusnas ini bertujuan memperkuat budaya baca dan meningkatkan kecakapa
Perpustakaan Nasional (Perpusnas) secara resmi meluncurkan Program Bakti Perpusnas pada Rabu, 15 Januari. Inisiatif ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mendekatkan layanan literasi kepada seluruh lapisan masyarakat. Program ini mendorong aparatur sipil negara (ASN) Perpusnas untuk terjun langsung ke lapangan.
Program Bakti Perpusnas bertujuan utama memperkuat budaya baca serta meningkatkan kecakapan literasi di tengah masyarakat. Melalui program ini, para pustakawan dan pegawai Perpusnas tidak hanya berfokus pada fungsi kebijakan. Mereka juga hadir secara langsung mendampingi berbagai jenis perpustakaan dan taman bacaan masyarakat.
Kegiatan pengabdian ini menyasar wilayah Jabodetabek, mencakup perpustakaan sekolah hingga taman bacaan masyarakat. Pelaksanaan program dapat dilakukan secara perorangan maupun kelompok. Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan serta kesepakatan bersama mitra di lapangan.
Memperkuat Ekosistem Literasi Nasional
Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz menegaskan bahwa Program Bakti Perpusnas adalah bukti kehadiran nyata pemerintah. Program ini berupaya mendekatkan layanan literasi secara langsung kepada masyarakat luas. Aminudin menyatakan literasi tidak cukup dibangun hanya dari balik meja kerja. ASN Perpusnas diharapkan dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman berharga.
Melalui kegiatan ini, ASN Perpusnas akan memberikan pendampingan pengelolaan perpustakaan. Hal ini merupakan bentuk pengabdian serta komitmen kuat dari Perpusnas. Tujuannya agar perpustakaan benar-benar hidup dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kehadiran ASN di lapangan diharapkan mampu memperkuat kapasitas pengelolaan perpustakaan.
Selain itu, program ini juga bertujuan menghidupkan ruang baca sebagai pusat aktivitas literasi yang dinamis. Program Bakti Perpusnas juga mendorong partisipasi aktif masyarakat. Ini penting untuk membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh Indonesia. Perpusnas ingin memastikan setiap perpustakaan memiliki daya hidup dan relevan.
Perpusnas juga berharap perpustakaan mampu menjadi motor penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program ini dilaksanakan dalam skema kedinasan yang fleksibel. Ini memungkinkan ASN Perpusnas untuk berpartisipasi dari mana saja.
Implementasi Lapangan dan Pendampingan Berkelanjutan
Sebagai bukti konkret pelaksanaan program, Pustakawan Ahli Madya Perpusnas, Nurbaiti, telah melaksanakan kegiatan Bakti Perpusnas. Ia melakukan pendampingan di SDIT Al Hidayah Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Senin, 12 Januari. Kegiatan ini fokus pada peninjauan awal serta pendampingan pengelolaan perpustakaan sekolah agar lebih tertata dan berdaya guna bagi peserta didik.
Nurbaiti melakukan asesmen menyeluruh terhadap kondisi perpustakaan tersebut. Asesmen mencakup penataan koleksi buku, pelabelan yang sesuai standar, dan pemanfaatan ruang baca. Selain itu, ketersediaan sarana dan prasarana pendukung literasi juga menjadi perhatian utama. Hasil peninjauan menunjukkan bahwa perpustakaan sekolah masih memerlukan pendampingan berkelanjutan.
Pendampingan ini krusial agar perpustakaan dapat berfungsi secara optimal sebagai pusat kegiatan literasi. Nurbaiti menekankan bahwa perpustakaan sekolah memiliki potensi besar untuk menumbuhkan minat baca siswa. Untuk mencapai fungsi optimal, diperlukan penataan koleksi yang rapi dan pelabelan yang sesuai standar. Ruang baca juga harus nyaman dan mudah diakses oleh siswa.
Melalui Program Bakti Perpusnas, Perpusnas berupaya mendampingi sekolah. Tujuannya agar perpustakaan benar-benar dimanfaatkan oleh siswa secara maksimal. Pendampingan lanjutan akan dikoordinasikan dengan pengelola perpustakaan sekolah. Ini untuk menyusun langkah penataan dan pemberdayaan perpustakaan secara bertahap.
Sumber: AntaraNews