Perjalanan Hidup Bahlil, Saat Kecil Busung Lapar ketika Kuliah Sering Ditangkap Polisi
Bahlil juga bercerita pernah menjadi kondektur angkot ketika SMP.
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia bercerita ketika kondisi hidupnya masih mengalami masa susah. Pada masa pelik, dia bukanlah anak siapa-siapa hingga harus ikut membantu ibunya berjualan kue ke sekolah.
Hal tersebut Bahlil sampaikan dalam acara safari Ramadan Golkar di Ponpes Al-Ashriyyah Nurul Iman, Parung, Bogor, Jumat (21/3).
"Sejak kecil saya sudah membantu ibu saya menjual kue. Pagi hari saya ibu saya setelah subuh itu bikin kue, dan saya yang menjual kue itu di teman-teman sekolah saya," ujar Bahlil.
Bahkan, Menteri ESDM ini pernah menjadi kondektur angkot ketika SMP. Tak hanya itu, saat masuk kuliah dia menjadi aktivis dan sempat ditangkap polisi.
"Di SMP, saya pernah menjadi kondektur angkot. Tahu angkot? Tahu? Saya SMP sudah hidup keras. SMA hidup keras juga. Kuliah, jadi aktivis, sering ditangkap oleh polisi karena demonstrasi. Pernah kerja loper koran. Tinggal di asrama pernah juga," tuturnya.
Pernah Alami Busung Lapar
Lebih jauh, Bahlil curhat pernah mengalami busung lapar lantaran masa kecilnya hanya makan mangga saja.
Dari kisahnya ini, Bahlil meminta kepada para santri untuk bersyukur karena masih bisa makan teratur.
"Pernah busung lapar. Karena makannya tidak ada. Makan buah saja. Mangga muda. Itu pernah saya rasakan," ucap Bahlil.
"Jadi bersyukur lah anak-anakku semua, sekalipun tinggal di pesantren ini, tapi makanan dijamin, tiga kali sehari. Itu bersyukur. Saya banyak menceritakan ketika busung lapar orang tidak percaya," ungkapnya.