Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG: Empat Wilayah Sulsel Berpotensi Hujan Lebat
BMKG Wilayah 4 Makassar mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk empat daerah di Sulawesi Selatan, termasuk Kota Makassar, pada 10 Januari 2026. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi hujan lebat disertai petir dan angin k
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah 4 Makassar telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem pada Sabtu, 10 Januari 2026. Peringatan ini ditujukan bagi empat wilayah di Sulawesi Selatan yang berpotensi mengalami kondisi cuaca buruk. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan memantau perkembangan informasi cuaca terbaru.
Empat daerah yang masuk dalam daftar peringatan tersebut meliputi sebagian wilayah Kabupaten Gowa, Maros, Pangkep, dan Kota Makassar. Kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan akan berlangsung sejak pagi hari hingga sore nanti. Hujan deras dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi.
Selain hujan deras, cuaca ekstrem ini juga berpotensi disertai kilat atau petir serta angin kencang. BMKG mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah. Kewaspadaan tinggi diperlukan untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan akibat perubahan cuaca mendadak.
Wilayah Terdampak dan Intensitas Cuaca Ekstrem
Berdasarkan data terbaru dari BMKG Wilayah IV Makassar, potensi hujan deras dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi terjadi di beberapa lokasi spesifik. Kondisi ini juga akan disertai dengan fenomena kilat atau petir serta angin kencang. Masyarakat di area tersebut diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.
Di Kabupaten Gowa, wilayah Tombolo Pao menjadi salah satu area yang diwaspadai. Sementara itu, di Kabupaten Maros, potensi cuaca ekstrem diprediksi melanda Moncongloe, Mandai, Maros Baru, Tanralili, Marusu, dan Tompobulu. Wilayah-wilayah ini kerap menjadi langganan genangan air saat hujan lebat.
Untuk Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), daerah yang diperkirakan terdampak adalah Labbakang, Ma'rang, dan Segeri. Sedangkan untuk Kota Makassar, peringatan dini ini berlaku untuk Kecamatan Tallo, Biringkanaya, dan Tamalanrea. Seluruh warga di lokasi tersebut harus siap siaga.
Dampak dan Imbauan Kewaspadaan Masyarakat
Salah seorang warga Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Mustari, melaporkan bahwa hujan telah turun sejak malam hari dan belum reda hingga saat ini. Ia menambahkan bahwa sebagian jalan sudah mulai tergenang. Kondisi ini diperparah oleh saluran air yang tidak lancar dan tersumbat sampah.
Genangan air tidak hanya terjadi di jalan protokol Kabupaten Maros yang menghubungkan Kota Makassar, tetapi juga di wilayah perbatasan Kota Makassar dan Kabupaten Gowa. Area perbatasan ini dikenal rawan banjir. Hal ini terutama terjadi jika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Penyebab utama kerawanan banjir di wilayah perbatasan adalah kondisi pembuangan air atau got yang banyak tertutup. Selain itu, bagian got yang terbuka mengalami sedimentasi. Sedimentasi ini disebabkan oleh sampah kiriman maupun material lainnya.
BMKG secara tegas meminta masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam melakukan aktivitas di luar rumah. Penting untuk senantiasa memantau informasi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko bencana.
Sumber: AntaraNews