Performa Persija di Kandang Musim 2025/2026 Tak Optimal, Mauricio Souza Akui Kehilangan Poin Penting
Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza menyoroti **performa Persija di kandang** yang kurang optimal sepanjang Super League 2025/2026, mengakui timnya kehilangan banyak poin penting.
Pelatih kepala Persija Jakarta, Mauricio Souza, secara terbuka mengakui bahwa tim asuhannya tidak menunjukkan performa terbaik saat berlaga di kandang sendiri selama kompetisi Super League musim 2025/2026. Pernyataan ini disampaikan Souza dalam konferensi pers pascapertandingan melawan Semen Padang di Stadion JIS, Jakarta, pada Sabtu (23/5).
Souza menyoroti perbedaan mencolok antara hasil pertandingan kandang dan tandang Macan Kemayoran sepanjang musim ini. Meskipun berhasil mengakhiri musim di posisi ketiga klasemen akhir dengan 71 poin, Persija dinilai kurang konsisten di markas sendiri.
Menurut pelatih asal Brasil tersebut, timnya kehilangan sekitar 11 poin krusial dalam pertandingan kandang, sebuah faktor yang berdampak langsung pada posisi akhir mereka. Kemenangan 3-0 atas Semen Padang menjadi penutup manis di hadapan The Jakmania, namun tidak menutupi evaluasi menyeluruh.
Analisis Performa Kandang Persija
Mauricio Souza mengungkapkan bahwa Persija Jakarta mencatatkan perolehan poin terbanyak justru dari laga tandang mereka sepanjang musim 2025/2026. Hal ini menunjukkan bahwa tim memiliki kapabilitas untuk bersaing di luar markasnya sendiri.
Namun, kondisi berbanding terbalik ketika bermain di Stadion JIS, di mana tim kehilangan sekitar 11 poin berharga. Kehilangan poin ini berasal dari beberapa hasil yang kurang maksimal, termasuk kekalahan dan hasil imbang yang seharusnya bisa dihindari.
Meskipun demikian, Persija berhasil menutup musim dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Semen Padang, mengamankan peringkat ketiga klasemen akhir. Total 71 poin yang dikumpulkan menunjukkan potensi tim, meski ada ruang perbaikan signifikan dalam **performa Persija di kandang**.
Faktor Penyebab dan Tantangan
Souza menekankan bahwa inkonsistensi adalah masalah utama yang dihadapi Persija saat bermain di kandang. Ia menilai timnya seharusnya bisa tampil lebih konsisten dan meraih poin penuh di hadapan pendukung sendiri.
Selain inkonsistensi, beberapa insiden di lapangan juga turut merugikan tim. Souza secara spesifik menyebutkan beberapa pertandingan di mana pemainnya menerima kartu merah, yang pada akhirnya memengaruhi jalannya pertandingan dan hasil akhir.
Secara historis, tim yang mampu bermain baik di luar kandang seringkali memiliki keuntungan besar dalam kompetisi. Persija memang menjadi tim terbaik saat bermain di kandang lawan, namun keunggulan ini tidak mampu dipertahankan saat mereka berlaga di markas sendiri.
Apresiasi dan Dukungan Tim
Terlepas dari evaluasi **performa Persija di kandang** yang kurang optimal, Mauricio Souza menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh elemen tim. Pelatih asal Brasil ini mengapresiasi kerja keras asisten pelatih dan staf yang telah banyak membantunya selama kompetisi berlangsung.
Menurut Souza, kerja sama yang solid dari seluruh elemen tim menjadi bagian penting dalam perjalanan Persija sepanjang musim ini. Dukungan kolektif ini merupakan fondasi yang kuat bagi tim.
Tidak lupa, Souza juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada The Jakmania. Dukungan tanpa henti dari para suporter setia tersebut dinilai sebagai suntikan semangat yang krusial bagi tim dalam setiap pertandingan.
Sumber: AntaraNews