Percepatan Layanan Makan Bergizi Gratis, Penajam Paser Utara Butuh 24 SPPG
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mendesak percepatan pendirian 24 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) demi pemerataan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi seluruh peserta didik di wilayahnya.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, tengah mengupayakan pemenuhan gizi bagi seluruh peserta didiknya. Pemkab PPU membutuhkan setidaknya 24 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menjangkau semua anak sekolah di empat kecamatan. Langkah strategis ini bertujuan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat terlaksana secara merata di seluruh wilayah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Penajam Paser Utara, Tohar, menyatakan bahwa saat ini baru empat SPPG yang beroperasi di kabupaten berjuluk Benuo Taka tersebut. Keempat dapur umum MBG ini telah melayani sekitar 7.257 peserta didik sebagai penerima manfaat. Namun, jumlah tersebut masih jauh dari target cakupan penuh yang diharapkan.
Kebutuhan SPPG ini sangat krusial mengingat data Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara. Tercatat ada 157 pendidikan anak usia dini (PAUD)/taman kanak-kanak (TK), 108 Sekolah Dasar (SD), dan 36 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi lembaga penerima manfaat Program MBG. Pemkab PPU berharap Badan Gizi Nasional (BGN) dapat mempercepat pendirian SPPG agar seluruh peserta didik terlayani pada tahun 2026.
Kesenjangan Layanan MBG dan Target Pemenuhan Gizi Peserta Didik
Kesenjangan antara jumlah SPPG yang tersedia dan kebutuhan riil di lapangan menjadi perhatian utama Pemkab Penajam Paser Utara. Dengan hanya empat SPPG yang beroperasi, sebagian besar sekolah di empat kecamatan masih belum dapat merasakan manfaat dari Program Makan Bergizi Gratis. Situasi ini mendorong Pemkab untuk mendesak percepatan pembangunan fasilitas gizi.
Menurut Sekda Tohar, masih dibutuhkan 20 SPPG tambahan agar seluruh sekolah di Kabupaten Penajam Paser Utara dapat terlayani secara optimal. Angka ini mencerminkan skala tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan pemerataan gizi. Upaya ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga mendukung tumbuh kembang anak-anak secara maksimal.
Data penerima manfaat MBG sangat signifikan, mencakup ribuan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan. Mulai dari PAUD/TK hingga SMP, semua diharapkan dapat menikmati asupan gizi yang layak. Oleh karena itu, percepatan pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi menjadi prioritas demi mencapai target cakupan penuh pada tahun 2026. Ini adalah komitmen serius Pemkab PPU untuk masa depan generasi muda.
Peran Aktif Pemkab dan Satgas MBG dalam Percepatan Pembangunan SPPG
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menunjukkan komitmen kuat untuk mendukung percepatan pembangunan SPPG di seluruh wilayahnya. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai upaya konkret dan koordinasi dengan pihak terkait. Pemkab PPU tidak hanya menunggu, tetapi juga aktif mengambil peran dalam solusi masalah ini.
Sebagai langkah nyata, Pemkab Penajam Paser Utara telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG pada tahun 2025. Satgas ini memiliki mandat penting untuk mengidentifikasi lokasi-lokasi strategis yang cocok untuk pembangunan SPPG. Selain itu, Satgas juga bertugas membantu dalam penyediaan bahan makanan yang diperlukan oleh dapur umum. Peran ini sangat vital untuk kelancaran operasional SPPG.
Pembentukan Satgas MBG merupakan bentuk dukungan dan komitmen Pemkab dalam membantu Badan Gizi Nasional (BGN). Tujuannya adalah mempercepat pemerataan pelayanan Program Makan Bergizi Gratis bagi seluruh sekolah di Penajam Paser Utara. Dengan adanya sinergi yang baik, diharapkan target 24 SPPG dapat segera terwujud demi kesejahteraan gizi peserta didik di kabupaten tersebut.
Sumber: AntaraNews