Penyaluran FLPP 2025 Catat Rekor Tertinggi, Capai Rp34,64 Triliun
BP Tapera mengumumkan penyaluran FLPP 2025 berhasil mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah, dengan nilai fantastis Rp34,64 triliun yang menjangkau ratusan ribu unit rumah.
Penyaluran FLPP 2025 Catat Rekor Tertinggi, Capai Rp34,64 Triliun
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mengumumkan pencapaian luar biasa dalam penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sepanjang tahun 2025. Program pembiayaan perumahan ini berhasil mendistribusikan dana untuk 278.868 unit rumah, menandai rekor tertinggi dalam sejarah program tersebut.
Total nilai penyaluran FLPP 2025 mencapai Rp34,64 triliun, sebuah angka yang menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung kepemilikan rumah bagi masyarakat. Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam upaya penyediaan hunian layak dan terjangkau di Indonesia.
Heru Pudyo Nugroho, Komisioner BP Tapera, menyatakan bahwa meskipun tidak sepenuhnya memenuhi target pemerintah, realisasi penyaluran FLPP 2025 merupakan yang tertinggi sejak program ini dimulai pada tahun 2010. Hal ini menunjukkan efektivitas dan jangkauan program yang semakin luas.
Pencapaian Historis Penyaluran FLPP 2025
Penyaluran FLPP 2025 yang mencapai 278.868 unit rumah dengan total nilai Rp34,64 triliun telah mencetak sejarah baru. Angka ini merupakan realisasi tertinggi yang pernah dicapai program FLPP sejak pertama kali diluncurkan.
Menurut Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, “Penyaluran pembiayaan FLPP pada tahun 2025 ditutup pada level tertinggi dalam sejarah, mencapai 278.868 unit rumah dengan total nilai Rp34,64 triliun.” Pencapaian ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan subsidi.
Meskipun target pemerintah adalah 350.000 unit rumah, realisasi penyaluran FLPP 2025 mencapai 79,68% dari target tersebut. Angka ini tetap menjadi bukti keberhasilan program dalam menekan angka kekurangan kepemilikan rumah di Indonesia, terutama bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Jangkauan Luas dan Profil Penerima Manfaat FLPP
Penyaluran FLPP 2025 tidak hanya mencetak rekor dalam jumlah dan nilai, tetapi juga dalam jangkauan geografis serta diversifikasi penerima manfaat. Pembiayaan ini disalurkan melalui 40 bank peserta dan 22 asosiasi perumahan, mencakup 13.249 proyek perumahan yang dikembangkan oleh 8.113 pengembang.
Jangkauan program ini meliputi 33 provinsi dan 401 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Mayoritas penerima manfaat FLPP 2025 adalah pekerja sektor swasta, yang menyumbang 205.311 unit atau 73,63% dari total distribusi.
Kelompok penerima lainnya termasuk pekerja wiraswasta dengan 39.218 unit (14,06%), Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan 20.814 unit (7,46%), anggota TNI dan Polri dengan 5.409 unit (1,94%), serta pekerjaan lainnya sebanyak 8.083 unit (2,90%). Dibandingkan tahun 2024, jumlah penerima dari kalangan PNS mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 145,7%, diikuti oleh pekerja wiraswasta (58,7%), dan pekerja swasta (31,3%).
Dominasi Wilayah dan Kontribusi Daerah dalam Program FLPP
Data penyaluran FLPP 2025 juga menunjukkan dominasi beberapa wilayah dalam penyerapan program ini. Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah penerima manfaat FLPP tertinggi secara nasional, mencapai 62.591 unit rumah atau 22,44% dari total distribusi.
Provinsi lain dengan jumlah penyaluran signifikan meliputi Jawa Tengah dengan 24.470 unit (8,77%), Sulawesi Selatan dengan 23.255 unit (8,34%), Banten dengan 18.966 unit (6,80%), dan Jawa Timur dengan 18.361 unit (6,58%).
Pada tingkat kabupaten dan kota, Kabupaten Bekasi mencatat jumlah penerima tertinggi dengan 14.702 unit rumah, diikuti oleh Kabupaten Bogor (10.195 unit) dan Kabupaten Tangerang (8.246 unit). Area penerima utama lainnya meliputi Kabupaten Karawang (7.097 unit), Kota Kendari (6.895 unit), Kabupaten Maros (6.233 unit), Kota Palembang (6.198 unit), Kabupaten Deli Serdang (5.992 unit), Kabupaten Kubu Raya (5.246 unit), dan Kabupaten Gowa (5.242 unit). Dari total penyaluran, 99,99% merupakan rumah tapak, sementara sisanya adalah unit apartemen.
Sumber: AntaraNews