Penjelasan Istana Alasan Prabowo Tambah Wamendagri dan Wamenkes
Prabowo sebelumnya melantik Wamendagri dan Wamenkes hari ini.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan alasan Presiden Prabowo Subianto menambah Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) dan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) di Kabinet Merah Putih.
Prasetyo mengatakan, Indonesia merupakan negara yang sangat besar dengan jumlah 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Dia menuturkan penambahan wamen di Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan pembangunan di setiap daerah berjalan lancar.
"Kita semua tahu, negara kita sangat besar 514 kabupaten, 38 provinsi, tentunya dalam rangka pembinaan dan memastikan pembangunan di setiap daerah baik provinsi-provinsi kabupaten kita dapat berjalan dengan baik dan lancar, maka Bapak Presiden merasa perlu memberikan tambahan kekuatan di Kementerian Dalam Negeri dengan mengangkat satu Wakil Menteri Dalam Negeri," kata Prasetyo di Istana Negara Jakarta, Rabu (8/10).
Sementara itu, Prasetyo mengatakan, tugas di Kemenkes sangat besar dan berat sehingga Prabowo memutuskan menambah satu Wamenkes baru. Wamenkes baru nantinya diminta untuk membantu menyelesaikan masalah yang terjadi dalam program makan bergizi gratis (MBG).
"Untuk Wakil Menteri Kesehatan, sama karena begitu besar dan begitu berat tugas di Kementerian Kesehatan, termasuk juga untuk membantu memastikan beberapa masalah yang terjadi di Badan Gizi Nasional, maka Presiden memutuskan mengangkat dan menambah satu Wakil Menteri di Kementerian Kesehatan," tutur Prasetyo.
Pelantikan Wamen Baru
Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri sudah memiliki dua wakil menteri yakni Bima Arya dan Ribka Haluk. Presiden Prabowo kembali menambah satu Wamendagri yakni, Komjen Akhmad Wiyagus yang dilantik pada Rabu, (8/10). Sedangkan, Kementerian Kesehatan mempunyai satu Wamenkes yaitu, Dante Saksono Harbuwono. Prabowo melantik satu Wamenkes baru yakni, Benjamin Paulus Octavianus pada Rabu hari ini.
Prabowo juga melantik dua Wakil Kepala BP BUMN yakni, Aminuddin Ma'ruf dan Teddy Bharata. Prasetyo menyampaikan BP BUMN membutuhkan dua wakil kepala untuk berkoordinasi dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
"Kita membutuhkan dua wakil karena Badan Pengaturan BUMN sebagai perwakilan dari pemegang saham seri A pemerintah yang nanti akan berkoordinasi dengan BPI Danantara. Jadi sudah ada pembagian tugasnya di antara berdua ini" tutur dia.
Di saat bersamaan, Prabowo melantik Dirgayuza Setiawan menjadi Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan. Kemudian, Agung Gumilar dilantik sebagai Asisten Khusus Presiden Bidang Analisa Data Strategis.
Prasetyo menyebut keduanya akan bertugas membantu Prabowo dalam menjalankan tugas-tugas kepresidenan. Mulai dari menyiapkan data hingga menyusun pidato Presiden Prabowo.
"Untuk membantu kerja Bapak Presiden. Selama ini juga sudah mereka berdua yang membantu. Menyiapkan data, menyusun pidato Presiden," ucap Prasetyo.